Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa ia rela tidak menerima vaksin Covid-19 demi warganya yang lebih membutuhkan.

Itu dilakukan karena orang nomor satu di Kota Hujan tersebut masih memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik.

Keputusan itu diambil nyatanya bukan tanpa alasan. Pasalnya, Bima Arya sudah melakukan konsultasi terlebih dahulu ke ahli medis dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi.

Dalam percakapannya dengan dua pihak di atas, Bima Arya disarankan untuk tidak menerima vaksin. Itu terjadi karena titernya masih cukup tinggi.

“Saya konsultasi ke dokter, mereka menyarankan agar saya dicek secara keseluruhan. Di situ, salah satu yang dicek adalah tingkat imunitas atau anti body saya,” ucap Bima Arya.

“Jadi dites secara kuantitatif anti body saya, dan menunjukkan angka 197,9. Saya mengkonsultasikan angka ini kepada dokter spesialis dan Menteri Kesehatan, Pak Budi Gunadi.”

“Semuanya menyarankan kepada saya, karena titer ini masih tinggi, jadi belum diperlukan vaksin. Lebih baik, yang membutuhkan.”

“Bagi yang diketahui titernya masih tinggi, ditunda dulu nanti tiga bulan lagi saya akan cek lagi. Kalau titernya sudah turun, baru divaksin,” lanjut Bima Arya menambahkan.

Langkah untuk menunda vaksin ini memang sengaja diambil oleh Bima Arya, mengingat wilayah Kota Bogor masih mengalami kekurangan.

“Memang masih belum cukup. Karena target tahap dua ini, kalau dihitung total, ada 86.143. Jadi masih kurang sebenarnya. Karena itu kita masih ingin mengupayakan agar yang belum ini diprioritaskan,” tambah pria berusia 48 tahun itu.

Terlepas dari itu, Bima Arya sendiri memang sempat dinyatakan positif Covid-19. Meski demikian, dirinya tetap berjiwa besar untuk memberikan vaksin kepada warganya yang lebih membutuhkan.