Sosok Che Guevara dikenal sebagai ikon perjuangan revolusioner. Di balik sepak terjang dan pemikirannya, Che Guevara ternyata memiliki kecintaan pada dunia fotografi.

Minat Che terhadap fotografi sudah muncul sejak kecil. Dengan meminjam kamera bapaknya, Che mulai belajar mengambil gambar di sekitarnya. Ketika masuk sekolah, Che juga sering menyumbang foto untuk koran sekolahnya.

Di pertengahan tahun 1950-an, Che sempat bekerja di sebuah koran Meksiko, Agencia Latina. Sebagai fotografer, ia pernah mendapat tugas meliput Pan American Games tahun 1955.

Konon, ia tidak pernah menerima upah dari liputannya tersebut. “Aku masih bekerja sebagai fotografer, tetapi waktuku lebih banyak untuk hal yang lebih penting, seperti belajar..” tulis Che dalam surat untuk ibunya pada bulan September 1955.

Selain sebagai fotografer dan editor di Agencia Latina, Che juga menjadi fotografer keliling di taman-taman dan alun-alun kota Meksiko. Kendati demikian, pendapatannya sebagai fotografer belum mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Minggu ini aku mengumpulkan sekitar 60 foto, yang berarti hanya beberapa peso, tapi setengah dari foto itu gagal karena rol film yang kabur,” keluh Che dalam suratnya pada bulan November 1954, seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber. Karena itu, selain menjadi fotografer, Che juga bekerja di rumah sakit.

Ketika terlibat dalam perjuangan gerilya di tengah hutan, bersama dengan kawan-kawannya di Gerakan 26 Juli, Che tetap membawa kamera dan mengabadikan sejumlah kejadian. Maka jangan heran, selain foto menyandang senapan di tengah hutan, ada juga foto Che sedang memegang kamera.

Setelah Revolusi Kuba, kecintaan Che terhadap fotografi tidak berkurang. Malahan, di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat negara, Che sering mengambil kesempatan untuk mengambil gambar hal-hal yang sangat berkesan baginya. Misalnya, ketika menjabat Menteri Perindustrian Kuba, Che mengambil gambar aktivitas berproduksi.

Selain itu, ketika Che mendapat tugas mengunjungi negara-negara lain, Che tidak pernah ketinggalan membawa kamera. Berbagai hal yang menarik perhatiannya selama berkunjung ke berbagai negara, seperti Amerika Selatan, China, India, Jepang, Vietnam, dan Indonesia, berhasil diabadikannya dalam foto.

Konon, ketika Che tewas dibunuh di Bolivia, ada 12 gulungan film yang ditemukan di dekat mayatnya. Sebagian besar foto-foto yang diabadikan oleh Che itu hilang. Centro de Estudios de Che Guevara, yang mengumpulkan foto-foto hasil jepretan Che sejak tahun 1990an, hanya berhasil mengoleksi 200-an foto.

Oh iya, kamera yang sering digunakan Che adalah Nikon S2 dengan lensa 50mm,  Zenit 3M dengan helios 58/2 (buatan Soviet), Plaubel Makina dan Ihagee Exakta.

Kebiasaan pribadi Che merekam berbagai kejadian dengan foto, termasuk ketika melakukan kunjungan resmi ke berbagai negara, menunjukkan minatnya yang besar terhadap pendokumentasian peristiwa atau kejadian. Di sini, Che tidak hanya mengandalkan fotografer resmi yang mungkin ditugaskan atau digaji oleh negara, tetapi juga melakukannya sendiri.

Sebagian besar foto hasil jepretan Che, yang berhasil dikoleksi dan dipamerkan oleh Centro de Estudios de Che Guevara, adalah foto dokumentasi tentang perjalanan hidup dirinya, mulai dari belajar kedokteran di Argentina, perjalanan menggunakan motor mengelilingi Amerika Selatan, bekerja sebagai wartawan sekaligus fotografer di Agencia Latina, perjuangan gerilya di tengah hutan, aktivitasnya sebagai Menteri Negara, dan kunjungan resmi ke berbagai negara.

Tentu saja, foto-foto hasil jepretan Che itu, entah disadarinya atau tidak, telah memperkaya dokumentasi gambar dunia. Termasuk beberapa gambar bangunan bersejarah menyerupai piramida peninggalan suku Maya di  Chichén Itzá, Meksiko.

Selain itu, foto-foto Che juga sangat kuat dengan pesan dan makna. Misalnya, pada tahun 1961, ketika ia ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian, ia sering mengambil gambar di sela-sela kunjungannya di berbagai pabrik.

Sebagian besar foto-foto itu memperlihatkan orang-orang yang bekerja dan teknologi baru yang dihasilkan oleh revolusi. Di sini, Che ingin menyampaikan pesan, bahwa revolusi telah menciptakan manusia baru dan teknik baru.

Yang menarik juga adalah foto-foto hasil jepretan Che saat berkunjung ke Kalkuta [sekarang Kolkata], India, tahun 1959. Beberapa foto memotret keadaan sosial di jalanan kota Kalkuta. Gambar sapi-sapi yang sedang ‘tidur-tiduran’ di pedestrian, sementara orang lalu-lalang di sekitarnya.

Juga gambar manusia penarik riksha [semacam becak yang digerakkan dengan ditarik oleh manusia]. Ini memperlihatkan kepekaan sosial Che ketika mengambil gambar tersebut.

Kelihatannya, gambar-gambar yang diambil Che di sela-sela kesibukannya adalah objek atau kejadian yang benar-benar menyentuh perasaan dan kesadarannya sebagai individu. Banyak objek gambar Che adalah manusia dan keadaan sosialnya. Juga ada photo mengenai keindahan alam.

Begitu juga saat berkunjung ke Indonesia tahun 1959. Che diajak oleh Sukarno mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Di sela kunjungan itu, Che mengambil kesempatan untuk memotret bangunan bersejarah warisan peradaban leluhur Indonesia itu.

Foto Ikonik Che Guevara yang Mendunia

Che Guevara: Ikan Mati oleh Mulutnya Sendiri – fragmen perjalanan

Tampang Che Guevara (1928-1967), gerilyawan Amerika Latin kelahiran Argentina, ada di stiker pintu kamar kos, dada kaos, hingga hiasan bokong truk. Versi pelesetannya juga ada, misalnya menjadi wajah Benyamin Sueb (1939-1995), seperti yang dijajakan di Bukalapak.

Hari ini, Kamis Pon 5 Maret 2015, genap 55 tahun usia foto bertajuk Guerrillero Heroico yang kemudian menjadi sajian grafis nan ikonis itu.

Foto itu hasil jepretan fotografer Kuba, Roberto Korda (1928-2001), saat Che menghadiri pemakaman seorang pejuang di Havana, Kuba, Sabtu Kliwon 5 Maret 1960. Dalam rol film tak hanya ada Che namun juga Fidel Castro (PM Kuba saat itu), Jean-Paul Sartre (filsuf Prancis), dan Simone de Beauvoir (filsuf Prancis). Foto Korda menerawangkan film negatif berisi Che dapat Anda lihat di Art History Archive.

Ringkasan cerita ada dalam ilustrasi. Tentang Leica M2, kamera yang dipakai oleh Korda, menurut Wikipedia selama 1957-1968 sudah dibikin 82.000 buah.

Adapun film Kodak Plus-X Pan dalam ilustrasi, itu hanya contoh kemasan yang dibahas dalam The Photography Experience. Redaksi belum mendapatkan gambar yang memastikan kemasan yang dipakai Korda.

Foto Korda kemudian diolah oleh desainer grafis Irlandia Jim Fitzpatrick, lantas dijadikan serigrafi oleh perupa Amrik Andy Warhol, dan diolah ulang oleh programer komputer Amrik Moses Schwartz agar kode warna digitalnya bisa diikuti oleh banyak orang.

Berujung pada Masalah

Hari Ini dalam Sejarah: Pengambilan Foto Ikonik Che Guevara Halaman all -  Kompas.com

“Awalnya sih saya diam saja. Saya nggak tahu siapa memasang gambar itu di kaus-kaus,” kata desainer grafis Irlandia Jim Fitzpatrick (70) baru-baru ini.

Dialah seniman yang 50 tahun silam, dalam usia 21, mengolah foto Ernesto “Che” Guevara menjadi gambar kontras tanpa raster, hitam berisi putih wajah di atas latar merah.

Menurut Reuters, yang disiarkan Voice of America, Fitzpatrick di Dublin menyatakan kekesalannya kepada industri. Dia menyebut kemasan rokok yang memasang wajah Che sebagai pencurian.

“Ini soal serius karena saya membenci eksploitasi komersial,” kata lelaki yang pada usia 16 pernah bersua Che itu.

Sang desainer tak menyebut nama perusahaan rokok itu. Namun sejauh ini diketahui, produsen rokok Che, yang terpasarkan di banyak negeri, adalah Landwyck dari Belgia. Perusahaan itu mempromosikan rokok Che sebagai rokok dengan tembakau tulen nan mahal tanpa saus.

Fitzpatrick membuat poster Che berdasarkan foto jepretan Roberto Korda, fotografer Kuba yang bernama asli Alberto Díaz Gutiérrez (1928 – 2001). Korda menjepret Che menghadiri pemakaman seorang pejuang di Havana, 1960 (lihat arsip Beritagar.id, 2015).

Hasil krop foto bertajuk Guerrillero Heroico itulah yang kemudian Fitzpatrick olah tak lama setelah Che wafat karena serangan militer di Bolivia, 1967.

Fitzpatrick maupun Korda sama. Mereka menggratiskan karya itu. Untuk desain asli, fail siap unduh ada laman Fitzpatrick. Harganya 0 USD. Hanya boleh untuk kepentingan nonkomersial.

Korda juga mengizinkan siapa pun memanfaatkan foto Che asalkan bukan untuk cari duit. Pada 2000 Korda menggugat penggunaan wajah Che untuk iklan vodka Smirnoff. Atas nama hak moral, Korda menggugat Lowe Lintas dan Rex Features, biro iklan dan perusahaan pemasok foto Che.

Pihak tergugat berdalih memanfaatkan foto public domain. Pengadilan London pada 2001 memutuskan tergugat harus membayar 50.000 USD (kurs sekarang sekitar Rp743 juta) kepada Korda. Uang itu kemudian dia sumbangkan kepada layanan kesehatan Kuba.

“Jika Che masih hidup, dia akan melakuan hal yang sama,” kata Korda.

Hari Terakhir Che Guevara

Perempuan Terakhir Che Guevara

Banyak sisi menarik dari Guevara, laki-laki revolusioner yang berwajah garang dengan berewok yang merambat di seluruh dagunya ternyata seorang laki-laki romantis.

Menghabiskan waktu hidupnya untuk memperjuangkan rakyat tertindas, tidak membuat ia menjadi sosok laki-laki dingin yang tak mengenal kata cinta. Justru perjuangannya didasari oleh rasa cintanya terhadap sesama, terutama mereka yang tertindas.

Guevara tercatat telah menikah sebanyak 2 kali. Istri pertamanya adalah seorang perempuan Argentina bernama, Hilda Gadea. Dengan Hilda, ia memperoleh 1 orang anak bernama Hilda Beatriz, sedangkan istri keduanya bernama Aleida March, perempuan Kuba. Aleida menganugrahkan, 4 orang anak. 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Namun Guevara juga sosok laki-laki play boy. Ia pun tercatat pernah menjalin hubungan diluar pernikahan dengan seorang perempuan bernama Lilia Rosa Lopez, dan di anugrahi seorang anak laki bernama Omar Perez.

Namun, yang menarik dari kisah percintaan dari sosok yang dijuluki “Che” ini adalah moment dimana ia pertama kali merasakan kehilangan perempuan yang ia puja. Saat dimana ia merasakan sakitnya jatuh cinta.

Seorang Che pun merasakan sakitnya kehilangan orang yang ia cintai, dan moment ini bersamaan saat ia memutuskan untuk belajar menjadi manusia dengan mengelilingi Amerika Selatan bersama mentornya, Alberto Granados.

Tahun 1951, Alberto Granados mengajak Che untuk berkelilingi kawasan Amerika Selatan. Belajar menjadi seorang manusia, dengan melihat begitu banyak realita kehidupan yang tak mereka dapat selama berkuliah di Universitas Buenos Airies. Tak langsung mengiyakan ajakan Alberto.

Saat itu, Che sedang menjalin kasih dengan seorang perempuan kaya asal Cordoba. Entah apa yang mendorongnya untuk menerima ajakan Alberto, apakah itu merupakan hasil dari bacaanya selama ini, Che memang tercatat banyak membaca karya-karya dari Pablo Neruda, Freud, Nietzsche, Karl Marx, Engles, Lenin, dan lain sebagainya.

Atau ini merupakan buah hasil didikan dari sang ibu, Celia de la Serna, perempuan yang banyak mendidik Che dengan ajaran-ajaran Marxist. Entah lah. Yang menarik kemudian, adalah dialog singkat antara Che dengan Ayahnya, sesaat sebelum Che berangkat ;

“Aku akan pergi ke Venezuela, ayah.”

“berapa lama kamu akan pergi ? tanya sang ayah

“1 tahun”

“bagaimana dengan pacar mu ? “

“Jika ia mencintai saya, dia akan menunggu”, jawab Che dengan tegas

Adalah Maria del Carmen “chichina” Ferreyra, perempuan yang berhubungan kasih dengan Che, saat ia melakukan perjalanan dengan Alberto Granados. Chichina merupakan sosok perempuan manis yang berasal dari keluarga kaya di Cordoba.

Che saat itu meyakini bahwa ia akan menikahi perempuan pujaannya. Namun keyakinannya seperti yang tergambar jelas di dialog singkat dengan ayahnya, harus kandas. Keluarga perempuan, tak merestui hubungan antara 2 anak manusia ini.

Che merasakan sakit hati yang begitu mendalam saat di tahun 1952, perempuan yang ia sayangi ini memutuskan untuk menikah dengan orang lain. Lewat rangkaian kata, Che melukiskan betapa ia merasa sangat kecewa dengan keputusan Chichina.

“Aku masih ingat hari ketika sahabatku, laut, memutuskan untuk datang membantu dan menyelamatkan aku dari kegalauan”

“Chichina, gelang itu …… bolehkah ku bawa sebagai pemandu ku dan mengingatkan aku pada diri mu ?”

Dan Che pun jatuh cinta …………………..