Penjaga gawang biasanya dikenal karena keterampilan mereka dalam menangkis atau menangkap bola, akan tetapi nama Rogerio Ceni agak dikenal berbeda. Meski kami tak mengatakan bahwa kemampuan menangkap bolanya buruk, namun produktivitasnya lah yang membuat namanya melonjak naik.

Dia telah mencetak 131 gol, yang merupakan catatan tertinggi yang pernah dicetak oleh seorang penjaga gawang dalam sejarah sepak bola dunia. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Jose Luis Chilavert dengan 67 gol. Ceni memecahkan rekornya pada tahun 2006 setelah mencetak gol dari tendangan bebas melawan Cruzeiro.

Pengambil tendangan bebas Sao Paulo sejak 1997 itu masuk di antara 10 pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub. Catatan itu bisa dibilang sangat ‘aneh’ untuk seorang penjaga gawang. Terlebih, Ceni juga memegang rekor penampilan terbanyak untuk satu klub, melampaui Ryan Giggs.

Menurut data yang dihimpun langsung oleh Edisi Bonanza88 dari situs Sportskeeda, mantan penjaga gawang Timnas Brasil tersebut telah melakukan 572 penampilan di liga domestik dan 400 pertandingan di kompetisi lain. Dengan begitu, dirinya sudah bertanding di atas lapangan sebanyak 972 kali.

Sejumlah rekor yang dia dapat itu mungkin tidak terlalu diperhatikan oleh para penikmat sepak bola layar kaca. Karena bagi mereka, aksi pemain di atas lapanganlah yang membuat mereka hafal dengan sosok pesepakbola. Dalam urusan penampilan, Ceni tak kalah apik dari rekor-rekornya.

Pria yang kini usianya sudah menginjak 48 tahun tersebut memang memiliki keunikan dalam gaya bermainnya. Mengingat, dirinya merupakan penjaga gawang yang dipercaya untuk mengambil sepakan bola mati, seperti misalnya tendangan bebas (free kick) dan penalti.

Ceni dikenal sebagai spesialis bola mati. Selain bola mati yang akurat, dirinya juga dikenal sebagai penjaga gawang yang sangat baik di bawah mistar. Tak banyak lawan yang bisa dengan mudah membobol gawang kiper yang satu ini.

Salah satu buktinya terjadi di final Kejuaraan Dunia Klub FIFA 2005 yang mempertemukan Sau Paulo dengan Liverpool. Ceni mampu menjaga gawangnya tetap bersih, dan membantu timnya menang 1-0 atas wakil Inggris tersebut.

Atas penampilannya, Ceni kemudian diberikan penghargaan Golden Ball yang dianugerahkan kepada pemain terbaik kompetisi. Sudah tak mengherankan, mengapa dia dianggap sebagai salah satu kiper terhebat Brasil yang pernah ada.

Beberapa orang lainnya mungkin juga bakal mengingat kemampuan mencetak gol yang produktif, distribusi, dan keahlian Ceni dengan bola di kakinya. Ini menjadi gaya permainan khas milik Ceni yang kemungkinan besar bakal diingat para penikmat sepak bola 90-an.

Perjalanan Karier Rogerio Ceni

Most Goals By a Goalkeeper In The History Of Football- Rogerio Ceni – Sports Cover

Rogerio Ceni memasuki akademi muda Sao Paulo saat berusia 17 tahun, dan berhasil melakukan debutnya tiga tahun kemudian (1993). Dia kemudian menjadi wajah yang dikenal di musim-musim berikutnya, tetapi masih dianggap sebagai cadangan untuk kiper legendaris Zetti.

Pada tahun 1997, Zetti memutuskan pindah ke Santos FC. Situasi ini membuat Ceni mulai dipercaya untuk menjadi pengganti sang penjaga gawang legendaris itu. Ceni pun diketahui mencetak dua gol di musim pertamanya sebagai kiper reguler.

Sang penjaga gawang tentu saja tidak melihat ke belakang sejak saat itu, karena ia telah memenangkan 18 gelar utama bersama klub, termasuk Piala Dunia Antarklub FIFA dan tiga gelar domestik.

Ceni menjaga clean sheet dalam kemenangan 1-0 Sao Paulo atas Liverpool di final Piala Dunia Antarklub 2005. Pemain Brasil itu melakukan penyelamatan penting melawan Liverpool dari tendangan bebas Steven Gerrard. Dia dianugerahi man of the match serta pemain terbaik turnamen untuk kemampuan menghentikan tembakannya yang luar biasa.

Pada tanggal 14 Juli 2005, Ceni ditunjuk sebagai kapten Sao Paulo saat tim tersebut memenangkan Copa Libertadores 2005. Dua minggu kemudian, dalam pertandingan melawan Clube Atlético Mineiro, dia memecahkan rekor penampilan terbanyak untuk tim (618 laga). Dia pun sempat mengenakan jersey peringatan khusus dengan nomor punggung ‘618’.

Catatan apiknya tak berhenti sampai di situ, Pada 25 Juli 2006, Ceni menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub di kompetisi Libertadores. Itu terjadi ketika dirinya mencetak gol penalti melawan klub Meksiko CD Guadalajara di babak penyisihan grup.

Sekedar informasi tambahan, saat itu Sau Paulo gagal mempertahankan gelar Libertadore-nya. Langkahnya dihentikan oleh sesama klub Brasil, Internacional di partai final. Kala itu, tim berjuluk Tricolor tersebut kalah dengan agregat 3-4.

Pada 29 Oktober 2006, Ceni membuat penampilan resmi ke-700 untuk Sao Paulo. Itu beretepatan pada pertandingan melawan Figueirense FC, yang dimenangkan Sao Paulo dengan skor 2-0. Pada akhir musim 2007, Ceni dipilih oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil sebagai Pemain Terbaik.

Karier Ceni ternyata tak begitu mulus. Ia nyatanya juga sempat mengalami patah pergelangan kaki saat latihan. Awalnya, ia divonis absen selama enam bulan, akan tetapi kondisinya pulih lebih cepat dari yang diperkirakan.

Cedera itu nampaknya tak menghalangi Ceni untuk meraih catatan apik lainnya. Setelah itu, Ceni tercatat dalam sejarah memainkan pertandingan ke-700 sebagai kapten klub. Itu terjadi Pada 28 Oktober 2010, saat Sau Paulo menghadapi Clube Atlético Paranaense.

Ceni sendiri memiliki tiga rekor yang diakui oleh Guinness World Records, yakni gol terbanyak yang dicetak oleh seorang penjaga gawang, jumlah pertandingan yang dimainkan untuk klub yang sama dan jumlah tampil sebagai kapten.

Setelah berbagai macam rekor dicicipi, Ceni pun akhirnya memutuskan untuk gantung sarung tangan dan sepatunya pada 6 Desember 2015 lalu. Keputusan pensiun ini memungkinkan para penikmat sepak bola agresif menjadi rindu.

Gemilang bersama klub, nyatanya Ceni jarang mendapatkan tempat utama di bawah mistar Timnas Brasil. Selama sembilan tahun masuk dalam skuat Tim Samba, Ceni hanya mampu mengoleksi 16 caps.

Diketahui bahwa dirinya dibawa oleh Timnas Brasil dalam ajang Piala Konfederasi FIFA 1997 serta Piala Dunia FIFA 2002 dan 2006. Namun Ceni hanya tampil dua kali saja, yakni pada laga melawan Meksiko (Piala Konfederasi FIFA 1997) dan Jepang (Piala Dunia 2006).

Kesempatan untuk mengambil tempat utama di bawah mistar gawang Timnas Brasil memang agak sulit bagi Ceni. Mengingat, sang pelatih saat itu lebih tertarik untuk memainkan mantan penjaga gawang AC Milan, Nelson de Jesus Silva alias Dida.

Setelah era 2006, nama Ceni pun tak lagi masuk ke dalam skuat Timnas Brasil. Saat itu, sang juru taktik Tim Samba memanfaatkan jasa Julio Cesar, Heuelho Gomes, Doni, hingga Diego Alves.

Setelah pensiun dari Timnas Brasil dan klub, Ceni akhirnya ditunjuk sebagai pelatih Sao Paulo, bersama Michael Beale dan Charles Hembert sebagai asistennya. Akan tetapi, karier kepelatihannya di Sao Paulo tak berlangsung lama.

Itu terjadi ketika Ceni justru membawa Sao Paulo meraih hasil buruk. Kala itu, São Paulo tersingkir di Liga Negara, Piala Brasil dan Copa Sudamericana 2017 dalam jangka waktu satu bulan. Ceni juga menempatkan Sao Paulo di zona degradasi di Liga Brasil.

Setelah dipecat, Ceni pun menandatangani kontrak dengan Fortaleza untuk menjadi pelatih kepala klub. Di bawah arahan Ceni, Fortaleza meraih promosi ke Série A (kasta teratas Liga Brasil).

Tak hanya itu, Ceni juga mampu mencatatkan sejarah dengan merebut gelar Série B untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pada 2019, Fortaleza juga memenangkan Campeonato Cearense dan Copa do Nordeste.

Pada 11 Agustus 2019, Ceni diangkat sebagai manajer Cruzeiro. Nasibnya di klub tersebut pun sama seperti apa yang ia alami di Sao Paulo. Ia hanya bertahan kurang lebih satu bulan, karena berselisih dengan pemain utama klub, khususnya Thiago Neves dan Dede.

Tiga hari kemudian, Ceni mengumumkan diri untuk kembali ke pangkuan Fortaleza. Menggantikan Zé Ricardo yang dipecat, Ceni kembali memenangkan gelar negara bagian Ceará, yang merupakan gelar keempatnya bersama Fortaleza, pada 22 Oktober 2020.

Pada 10 November 2020, Ceni menyetujui kontrak dengan Flamengo hingga Desember 2021, menggantikan Domènec Torrent yang dipecat. Sampai saat ini, Ceni masih menjabat sebagai pelatih klub.

Top Skor Sao Pualo dalam Semusim

GloboEsporte.com > Futebol > São Paulo - NOTÍCIAS - Rogério Ceni e São Paulo: uma relação de 19 anos repleta de glórias

Dalam beberapa paragraf di atas, para pembaca Bonanza88 tentunya mengetahui betapa seringnya Ceni mencetak gol ke gawang lawan.

Tak hanya sekedar mencetak angka, namun namanya juga berhasil menjadi pencetak gol terbanyak atau top skor Sao Paulo dalam semusim.

Itu terjadi ketika Ceni menjalani musim 2005 silam. Saat itu, dirinya memainkan 75 pertandingan di semua ajang, dan berhasil mengumpulkan 21 gol.

Menariknya, jumlah gol tersebut menjadi yang terbanyak di kubu Sao Paulo. Ceni berhasil mengalahkan para pemain depan Sao Paulo, seperti Marcio Amoroso (16 gol), Diego Tradelli (16), Grafite (13) dan Luizao (11).

Situasi ini pun memecahkan pertanyaan publik soal ‘adakah penjaga gawang yang berhasil menobatkan diri sebagai top skor?’. Jawabannya, hanya Ceni seorang yang mampu menorehkan catatan tersebut.

Sampai saat ini, belum ada lagi penjaga gawang yang rajin membantu produktivitas tim. Meski pada era modern saat ini banyak kiper yang dipercaya untuk mengontrol bola dengan kakinya. Sebut saja Ederson Moraes.

Ya, penjaga gawang Manchester City itu memang dipercaya oleh pelatih Josep Pep Guardiola untuk menyentuh bola lebih banyak dengan kakinya. Sebagai seorang kiper, Ederson memang memiliki kemampuan untuk mengolah si kulit bundar dengan baik.

Meski begitu, Ederson sampai saat ini belum mampu mencetak satu pun gol ke gawang lawan. Aksi terbaiknya dalam membantu produktivitas tim hanya urusan assist. Hal ini memperjelas bahwa rekor Ceni mungkin hampir tak tersentuh para kiper lain, baik di era dulu dan modern.

Sekedar informasi tambahan, sebenarnya rekor penjaga gawang yang menjadi top skor dalam satu musim ini pernah ingin dibuat oleh kiper Hamburg SV, Hans Jorg Butt, pada musim 1999/00 silam.

Saat itu, sang kiper mampu mencetak sembilan gol dari titik putih. Akan tetapi, jumlah gol tersebut tak lebih banyak dari pemain depan Hamburg SV, yakni Anthony Weah (12 gol) dan Roy Pager (10).