Belakangan ini viral video di social media soal sekelompok pengendara motor gede (moge) yang  ditendang oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat konvoi sunday morning ride (sunmori) di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta, pekan lalu.

Menjawab masalah ini, Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang menyatakan bahwa tindakan anggota Paspampres itu masih manusiawi. Karena jika mengacu pada aturan bakal ada Tindakan yang lebih tegas.

“Itu sebenarnya masih manusiawi. Kalau menerobos (ring 1) itu sebenarnya bisa ditembak karena anggota dilengkapi dengan senjata,” kata Wisnu seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari Kompas.com.

Menurut Wisnu, yang dilakukan para pengendara motor tak hanya kebut-kebutan dengan knalpot bising. Mereka juga nekat  menerobos kawasan ring 1 yang saat itu tengah ditutup oleh Paspampres.

“(Ditendang) masih cukup lunak kami kalau ukuran prosedur, karena itu masuk kategori bahaya tidak langsung dan ancaman terbuka,” jelas Wisnu.

Jalan Veteran III memang terbuka untuk umum untuk dilalui, namun saat itu petugas Paspampres tengah melaksanakan pengamanan instalasi di kantor Wakil Presiden. Sehingga, Jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum saat itu ditutup untuk sementara.

Di sekitar jalan juga sudah dipasang rambu pembatas jalan sebagai penanda jalanan tersebut ditutup. Namun rambu diterobos oleh sejumlah pengendara motor  dengan kecepatan tinggi dan suara knalpot yang bising.

“Menerobos itu sudah masuk bahaya tidak langsung maupun ancaman yang bersifat terbuka. Itu merupakan batas pelanggaran ring 1. Jadi bisa dilumpuhkan,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa tindakan anggota Paspampres itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang terdapat dalam surat keputusan Panglima TNI.

Kejadian ini viral setelah salah satu pengendara moge adalah Motor Volegger yang punya akun YouTube bernama Sahdilah dengan 269.000 subscribers.

Dalam video itu, tampak petugas Paspampres menyetop rombongan pengendara motor yang tengah melakukan sunmori. Salah satu petugas dengan menggenggam pistol menendang salah satu pengendara motor hingga terjatuh.

Aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga tengah mencari para pengendara yang menerobos area ring 1 di sekitar Istana Kepresidenan. “Kita akan cari identitasnya. Selanjutnya kita akan klarifikasi terkait peristiwa tersebut,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan sunmori memang tak dilarang, namun harus patuhi aturan lalu lintas.