Aprilia Manganang

Serda Aprilio Perkasa Manganang memberikan pesan kepada para pengidap hipospadia sepertinya untuk tidak takut berkata jujur terhadap kondisi yang mereka hadapi. Menurut Manganang, diri sendirilah yang paling mengetahui apa yang benar-benar terjadi.

Mungkin pesan-pesannya untuk orang yang seperti saya tidak usah takut, kita berani saja, agar kita tahu kondisi kita dan kita harus jujur itu.” kata Serda Manganang.

Setelah ia berhasil melewati kondisinya tersebut, Manganang berpendapat bahwa ia harus membagikan pengalamannya tentang penyakit yang ia derita kepada orang-orang yang mengalami hal serupa. Manganang juga berkeinginan kelak bisa menjadi seorang pembicara kedepannya.

Sempat berpikir saya juga ingin jadi pembicara buat orang-orang seperti saya karena buat saya itu penting banget. Mereka juga manusia yang berhak untuk bahagia, dan butuh dorongan dari kita.’’ lanjutnya.

Manganang menceritakan bagaimana beratnya ia harus menunggu selama 28 tahun untuk memberanikan diri lantaran ketakutan yang ia hadapi untuk mengungkapkan keadaan sesungguhnya ke orang banyak. Respon yang berbeda-beda pasti akan ia dapat ketika orang banyak mendengar ihwal penyakit yang dideritanya yang otomatis juga  akan menimbulkan perspektif yang berbeda-beda.

Saya sendiri sudah cukup merasakan selama 28 tahun itu menutupi diri. Karena saya tidak berani menceritakan kondisi saya. karena saat itu setiap orang pasti mendengarnya berbeda-beda dan setelah peristiwa ini, saya jadi berpikir bahwa kalian berhak untuk menunjukan siapa diri kalian. Tidak usah khawatir, yang penting kita itu jujur dan berani. Itu yang terpenting.” Kata Manganang.

Sebagaimana diketahui, Kepala staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan Manganang yang memiliki nama sebelumnya, Aprilia Manganang ini menderita hipospadia sedari lahir sehingga dianggap perempuan. Jenderal Andika juga menegaskan Aprilia Manganang sejatinya adalah laki-laki.