Vampir itu abadi, dengan cara meminum darah manusia. Begitu pula dengan kisahnya, senantiasa digubah ulang oleh penulis dari berbagai generasi. Seakan tak akan musnah dimakan waktu, vampir selalu gentayangan dalam pikiran manusia. Vampir pun selalu hidup dalam sunyi dan misteri, baik dalam cerita ataupun kajian ilmiah.

Para ahli linguistik dan sejarawan telah membuktikan hal tersebut, bahwa melacak asal-usul vampire bukanlah hal mudah. Bukan hanya secara wujud, tetapi etimologinya pun membingungkan.

Dalam kebanyakan kamus populer saat ini, seperti Lexico (Oxford) dan Merriam-Webster, yang menyisipkan penjelasan tentang asal-usul kata, seragam dijelaskan bahwa kata vampire diserap Inggris dari bahasa Prancis dengan kata yang sama persis (vampire); dan juga berasal dari kata vampir dalam bahasa Jerman, Serbia, dan Hungaria.

Meski begitu, linguis Austria abad ke-19, Franz Miklosich, menambahkan kemungkinan lainnya, bahwa vampire diserap dari kata opiri dalam bahasa lama Slavic; uper dari Ukraina; dan semua kata ini ialah turunan dari uber yang berarti “penyihir”.

Rumit. Banyak sekali kemungkinan mengenai asal-usul kata vampire. Begitu pula dalam hal tahun, ada banyak perbedaan tentang kapan tepatnya kata vampire terdokumentasikan untuk pertama kali.

Di Francis, misalnya, menurut penjelasan kamus-kamus populer, kata vampire diperkenalkan kali pertama pada tahun 1737. Catatannya terdapat dalam buku Lettres Juives, pada bab ke-9 yang menceritakan tentang dua insiden vampirisme di Desa Kisilova, di dekat Distrik Graditz, Serbia.

Sementara di Jerman, vampir muncul pada tahun 1721, tatkala Gabriel Rzazynsky menerbitkan karyanya yang berjudul Historia Naturalis Curiosa regni Poloniae. Dalam tulisannya Rzazynsky menyebut vampir sebagai upior (dari bahasa Polandia). Ia menceritakan beberapa kisah abad ke-17 tentang vampir di Polandia, Rusia, dan Lituania.

Inggris pun punya versi berbeda, dengan vampire dianggap pertama kali muncul pada abad ke-17, dalam buku Paul Ricaut berjudul The Present State of the Greek and Armenian Churches.

Bagaimanapun, dugaan ini dinyatakan tidak valid sebab Ricaut tidak pernah menyebutkan kata vampire. Justru orang-orang yang mengutip bukunya, seperti Todd dan Walter William Skeat, yang menambahkan keterangan vampire (dalam tanda kurung). Berbeda dengan Ricaut, Forman secara gamblang menulis kata vampire dalam karyanya Observations on the Revolution in 1688. Tetapi, meski buku ini ditulis tahun 1688, penerbitannya baru pada tahun 1741.

Tentunya, tidak ada yang lebih tua ketimbang dugaan Kayimierz Moszyinsk. Menurutnya, kata vampire diserap dari upire dalam bahasa Slavia Timur. Kata ini telah dikenal luas bahkan sejak tahun 1047.

Sekalipun ada perbedaan tahun di berbagai negara, tentang kapan kata vampire pertama kali terdokumentasikan, setiap catatan terdahulu selalu merujuk pada satu wilayah yang sama: Eropa Timur.

Cerita fiksi, catatan ilmiah, atau laporan media massa, baik di Inggris, Jerman, atau Prancis, pun memaparkan latar belakang yang sama, yaitu Eropa Timur, sebagai mula kemunculan mahluk malam itu.

Penelitian Ilmiah Soal Vampir

Vampires: Real Origins, Legends & Stories - HISTORY

Vampir kerap kali muncul menjadi tokoh utama dalam cerita film. Dikenal sebagai sosok penghisap darah manusia vampir dianggap hanya merupakan tokoh mitos yang diciptakan legenda. Namun, benarkah vampir hanyalah sosok khayalan?

Dilansir Edisi Bonanza88 dari laman Science Alert, John Edgar Browning, peneliti asal Georgia Institute of Technology di Amerika Serikat, melakukan studi etnografik untuk menemukan spesies vampir di wilayah New Orleans dan Buffalo, Amerika Serikat. Hasilnya, ia menemukan fakta bahwa vampir hidup di sekeliling manusia.

Menurut John, vampir-vampir tersebut tidak mudah ditemukan, namun saat seseorang berhasil melacak mereka, pada vampir ternyata tidak sejahat yang dibayangkan. Dalam penelitian itu, ia mengungkapkan vampir hidup biasanya hidup secara kolektif dan bergabung dengan manusia yang mengetahui jati diri mereka.

Masih menurut jurnal yang ditulis John, meski diklaim nyata, vampir bukanlah sosok bertaring dan kelelawar jadi-jadian yang selama ini digambarkan. Browning menulis vampir tersebut merupakan manusia yang mengalami perubahan alami sehingga mereka secara biologi membutuhkan darah manusia atau hewan, serta menyerap energi psikis dari para donor.

Biasanya, perubahan tersebut akan terjadi setelah masa pubertas, perubahan itu terjadi karena tubuh para vampir ini tidak mampu memproduksi energi yang mencukupi kebutuhan hidup. Itulah sebabnya, terkadang vampir mengambil energi dari donor manusia lain.

Browning juga menyebut dirinya telah bertemu sekira 35 vampir nyata di New Orleans dan bahkan diklaim dapat berubah menjadi dua kali lipat. Mereka medapat asupan dan secara psikis mengambil energi dari orang lain dengan menggunakan tangan atau pikiran mereka.

Setelah para peminum darah ini merasa cukup berenergi, mereka mampu bertahan hidup dengan makanan manusia normal seperti buah-buahan, ikan, dan sayuran. Layaknya manusia normal, para vampir juga merupakan warga negara yang sah, merek juga menikah, bercerai, dan bahkan menjadi orang tua.

Vampir dalam karya film dan novel

Penyakit-penyakit zaman dulu 'menciptakan' asal-usul vampir - BBC News  Indonesia

Perkembangan vampir di bangsa Eropa dipercaya dimulai dari Balkan dan Eropa Timur, munculnya kata vampir dari Serbia dan Bulgaria, makhluk strigoi Romania, dan vrykolakas Yunani. Sepanjang sejarah kuno vampirisme dianggap sebagai bagian dari kepercayaan Babilonia yang tercatat pada referensi tablet tanah liat di Kasdim dan Assiria. Kepercayaan mengenai vampir berbeda-beda dari mulai Yunani Kuno dan Romawi lintang Eropa melalui Austria, Hungaria, Polandia, Romania, Lorraine, dan hingga Islandia.

Mitologi mengenai vampir memiliki karakteristik yang menarik yang mampu terus tiada henti dikembangkan dan diubah oleh manusia menjadi modern yang relevan dengan masa sekarang. Buku, film, dan televisi membuat penggambaran vampir yang mempengaruhi kepercayaan vampir pada budaya mainstream dan populer yang sering diinterpretasikan sebagai makhluk yang berupa manusia dengan kekuatan super, dapat jadikan teman yang sempurna, kekasih, dan orang kepercayaan spiritual/

Penggambaran mitologi vampir di Eropa berkembang mulai dari suatu cerita rakyat dan budaya kepercayaan, menjadi suatu budaya populer, mulai dari munculnya karya-karya fiksi sastra terutama novel dengan genre gothic horor yang menggambarkan makhluk vampir di era moden yang digemari di kalangan masyarakat Eropa, hingga pada abad ke-19 muncul novel bertemakan vampir yang populer berjudul Dracula yang terbit pada tahun 1897 karya seorang penulis asal Irlandia bernama Bram Stoker.

Stoker menciptakan penggambaran vampir fiktif versi dirinya sendiri, sebagai tokoh Count Dracula yang merupakan bangsawan vampir abadi yang berasal dari Transilvania. Novel ini memiliki keunikan yaitu bercerita seakan menunjukan tokoh-tokohnya menuliskan jurnal, surat, buku harian, dan berbagai dokumen lain dalam menyampaikan kejadian-kejadian yang dilaluinya untuk menceritakan tokoh Count Dracula.

Pembaca merasakan cerita tersebut lebih nyata dan berdasarkan pengalaman tokoh-tokoh yang dituliskan saat menceritakan tokoh Count Dracula. Inspirasi Stoker dalam menciptakan beberapa aspek dari tokoh Count Draculanya adalah dari sejarah di abad ke-15 mengenai seorang pangeran dari tanah Wallachia di Romania yaitu Vlad III (Vlad Dracula) atau Vlad Tepes (Vlad The Impaler) dan aktor Sir Henry Irving yang pernah diasisteni olehnya, Stoker juga menggunakan mitos-mitos vampir yang berkembang di Eropa.

Tokoh Count Dracula pada novel ini menjadi gambaran vampir yang diminati oleh masyarakat Eropa, membawanya pada ketakutan dan kepercayaan akan eksistensi adanya tokoh vampir tersebut dalam realitas, dan kemudian menjadi dasar cerita serta penggambaran untuk karya-karya dengan genre fiksi gothic horor yang menggambarkan vampir di masa modern.

Banyak pengalih wahanaan Novel Dracula 1897 dari Stoker menjadi budaya narasi populer film bergenre fiksi gothic horor yang digemari penonton. Pada tahun 1922 muncul film bisu alih wahana novel Dracula 1897 pertama dengan judul Nosferatu yang disutradarai oleh seorang ekspresionis Jerman Friedrich Murnau, tokoh Count Dracula di film ini diubah nama menjadi Count Orlok dikarenakan kontroversi film yang tidak mendapatkan hak izin dari novel Bram Stoker, hal tersebut menyebabkan novel tersebut semakin dikenal.

Count Orlok diperankan oleh aktor Max Shreck, dan digambarkan sebagai bangsawan yang diam dalam kegelapan dan wujud buruk rupa juga mengerikan dengan gigi dan kuku menyerupai hewan pengerat dan kuping seperti kelelawar, namun masih memiliki kekuatan untuk menarik korban wanita.

Kemudian muncul film Dracula di tahun 1931 yang tokoh Count Draculanya diperankan oleh aktor Bela Lugosi asal Transilvania, yang menjadi ikon horor Dracula karena logat Transilvanianya ketika berbicara bahasa Inggris, penokohan pada film ini menjadikan citra Count sebagai bangsawan asing yang tidak bersembunyi dalam kegelapan, dirinya menjerat korban wanita dengan pesonanya, lalu mengenakan pakaian jubah hitam khas yang hingga kini menjadi kebanyakan penggambaran untuk kostum Dracula, namun terjadi miskonsepsi ketika Count pada film ini menghisap darah korbannya karena hanya dalam wujud kelelawar terbang mendekati korban.

Hammer Films memproduksi film Dracula pada tahun 1958 dengan tokoh Count Dracula yang diperankan oleh aktor Christoper Lee, film ini mengubah miskonsepsi pada film Dracula 1931 dengan menunjukan Count sebagai vampir bertaring yang menghisap darah korban dengan mengigit lehernya.

Tahun 1992 muncul film Bram Stoker’s Dracula yang dianggap sebagai film yang disebut paling representatif dalam melakukan alih wahana novel Count Dracula karya Stoker. Film ini diproduksi dan disutradarai Francis Ford Coppola, dan diperankan oleh aktor Gary Oldman, selain termirip dengan novel aslinya, tercipta sebuah alih wahana baru melalui kreatifitas sutradara Coppola dalam menginterpretasikan novel tersebut secara berbeda sehingga film memiliki penuh kekayaan salah satunya dari segi penokohan karakternya.

Kompleksitas pemikiran sutradara Kompleksitas pemikiran sutradara Coppola dalam melakukan alih wahana novel Dracula 1897 dari Stoker yang kekuatan narasinya mampu mengggiring pembaca merasakan keaslian ceritanya karena disajikan dalam bentuk jurnal, surat, buku harian, dan berbagai dokumen lain yang ditulis tokoh-tokohnya untuk menjelaskan penokohan karakter utama Count Dracula.

Coppola berusaha melogikakan narasi tersebut kedalam bentuk visual mempertahankan beberapa teks narasi yang menunjukan inti dari novel dengan tujuan untuk tidak mengurangi kualitas novel aslinya, dan mengubahnya menjadi bentuk visual pada film di antaranya dengan scene yang menunjukan penokohan karakter Count Dracula. Coppola mempertahankan bagaimana tokoh-tokoh lain berperan dalam menceritakan tokoh utama Count Dracula, beberapa bagian narasi novel dikurangi dan ditambahkan.

Berkat hasil pemikiran Coppola, pengalamannya, dan pengetahuannya akan novel tersebut dan bagaimana mitos-mitos yang berkembang mengenai vampir Coppola menjadikan tokoh Count Draculanya pada film Bram Stoker’s Dracula 1992 memiliki banyak kekayaan, mulai dari penggambarannya yang dibebaskan kostum jubah serba hitam menjadi tokoh yang mengenakan kostum beragam, hingga dari penokohan pada ceritanya tidak menampilkan tokoh sebagai vampir yang benar-benar kejam, melainkan sebagai makhluk vampir yang putus asa akan cintanya yang hilang dalam kehidupan abadi.

Coppola menjadikan tokoh Count Draculanya memiliki hati dan perasaan sehingga penonton memberikan empati pada monster tersebut, penambahan latar belakang tokoh sebagai pangeran Vlad Dracula, pemilihan unsur sinematik yang cocok untuk setiap adegannya, penekanan unsur erotis dan horor, dan nilai-nilai dalam film yang sesuai dengan selera masyarakat pada masa tersebut menyebabkan film digemari dan mengubah persepsi masyarakat Eropa akan penggambaran tokoh Count Dracula.

Banyak kesuksesan yang diraih oleh film tersebut, Situs Box Office Mojo (2019) menuliskan bahwa film Bram Stoker’s Dracula 1992 mampu melakukan penjualan yang mencapai $215 juta dari bujet sebesar $40 juta. Pada arsip situs Oscars.org (2015) film tersebut tertulis masuk 4 nominasi pada penghargaan Academy Awards dan memenangkan kategori terbaik untuk desain kostum, editing suara, dan tata rias.

Pada situs IMDb (2019) tertulis memenangkan penghargaan Saturn Award kategori terbaik untuk film horor, sutradara, aktor, penulis, dan kostum, masuk nominasi untuk kategori terbaik untuk aktris, aktor pembantu, musik, tata rias, dan special effects. Situs BAFTA Awards (2019) menulis bahwa film tersebut masuk nominasi penghargaan BAFTA Awards untuk kategori terbaik untuk special visual effects, desain kostum, tata rias dan rambut, dan desain produksi.

Pada situs The Hugo Awards (2007) tertulis masuk dalam penghargaan Hugo Award untuk kategori Best Dramatic Presentation. Situs IMDb (2019) menuliskan penilaian yang didapatkan sebesar 7.5/10 dari 171.719 pengguna situs IMDb, dan pada situs Rotten Tomatoes (2019) pengakuan sebesar 72% berdasarkan dari 53 kritik dengan penilaian rata-rata 6.5/10 dari situs Rotten Tomatoes.

Situs CinemaScore (2019) menuliskan hasil survey audiens memberikan film dengan rata-rata nilai “B-” dari skala A+ ke F. Corliss (1992) menjelaskan sebagai seorang kritikus film bahwa Coppola membawa cerita tua menakutkan hidup, semuanya mengetahui Dracula memiliki hati, Coppola mengetahui itu bukan hanya organ tempat pasak ditusukan, sebagai sutradara, dirinya menyatakan Count sebagai jiwa gelisah yang telah dikutuk selama bertahun-tahun di dalam film-film buruk.

Film yang bagus ini mengembalikan keluhuran makhluk itu dan memberinya kedamaian. Moonlyn (2005) seorang pengguna situs IMDb memberikan penilaian 10/10 dan menulis komentar bahwa film tersebut membawakan kisah Dracula terbaik dengan persona gelap dan sensual aktor Gary Oldman mengalahkan vampir lain yang tidak berani untuk mengenakan busana selain jubah. Esensi Gary Oldman yang memabukan menarik penonton ke kegelapan dengan gairahnya dan membimbing mereka sampai akhir. Film yang sangat romantis dan sangat menawan persis sebagaimana film asli Dracula seharusnya.