Pushpika De Silva awalnya tersenyum gembira ketika namanya diumumkan sebagai pemenang dalam acara di Kolombo yang disiarkan stasiun televisi nasional pada Minggu (04/04) malam.

Namun, tak lama kemudian, Caroline Jurie selaku pemenang Mrs Sri Lanka 2019 datang ke panggung dan mencopot mahkota yang dikenakan De Silva.

Jurie menyampaikan kepada hadirin bahwa aturan kontes kecantikan tersebut mengharuskan para peserta berstatus menikah dan tidak cerai.

De Silva, kata Jurie, tidak boleh dinyatakan sebagai pemenang karena dia telah bercerai.

“Ada aturan yang tidak memperkenankan perempuan yang telah menikah dan bercerai [untuk menjadi peserta]. Karena itu, saya mengambil langkah untuk memberikan mahkota juara kepada peringkat dua,” papar Jurie.

Dia lantas menempatkan mahkota juara kepada runner-up. Adapun De Silva menangis dan turun dari panggung. Belakangan panitia penyelenggara mengaku telah meminta maaf kepada De Silva yang mengklaim telah berpisah dari suaminya, namun belum bercerai.

Direktur Nasional Mrs Sri Lanka World, Chandimal Jayasinghe, mengatakan kepada BBC bahwa mahkota juara akan dikembalikan kepada De Silva pada Selasa (06/04).

“Kami kecewa. Kejadian ini sangat memalukan kami,” kata Jayasinghe.

Di sisi lain, dalam unggahan di Facebook, De Silva mengatakan dirinya pergi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan cedera kepala setelah insiden tersebut.

Dia juga menegaskan dirinya akan menempuh jalur hukum atas perlakuan “tak beralasan dan menghina” yang dia alami.

“Saya adalah perempuan yang belum bercerai. Ratu sejati bukanlah perempuan yang merampas mahkota perempuan lain, tapi seorang perempuan yang secara diam-diam memberi mahkota kepada perempuan lain!” tulisnya.

Kontes Mrs Sri Lanka World adalah pergelaran besar di negara itu. Istri perdana menteri adalah salah satu tamu yang datang ke acara tersebut.