Virus Corona_Bonanza88

Varian virus Corona asal Inggris B117 telah ditemukan di Indonesia. Meski akan menambah berat penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, namun berdasarkan penelitian sementara ilmuwan Inggris virus diduga tidak akan mengurangi efektivitas vaksinasi yang sedang berlangsung.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Pemerintah menemukan dua kasus B.1.1.7 pada Senin (1/3/2021) malam.

“Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante dalam acara Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi. Dante menuturkan, pemerintah telah memeriksa 462 kasus dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Dante, masuknya mutasi virus corona ini akan membuat penanganan pandemi Covid-19 semakin sulit. Dengan mutasi baru yang muncul di Indonesia ini, penting bagi kita untuk memahami bagaimana gejala varian B.1.1.7 yang berbeda dari virus aslinya.

Menurut studi, varian virus corona Inggris atau varian Kent (B.1.1.7) menyebar lebih mudah dan lebih cepat dibanding varian lainnya. Dilansir Business Standard, Kelompok Penasihat Ancaman Virus Pernapasan Baru dan Berkembang (NERVTAG) yang berkembang di Inggris melaporkan bahwa varian Kent B.1.1.7 mungkin 70 persen lebih mematikan dibanding jenis sebelumnya.
Pakar kesehatan mengatakan bahwa mereka yang dites positif Covid-19 dengan varian B.1.17 lebih cenderung mengalami lima gejala ini dibanding Covid-19 di awal pandemi.

Ada beberapa gejala dari varian baru B117 yang berasal dari Inggris tersebut:

1. Kelelahan

2. Mual

3. Sakit tenggorokan

4. Nyeri otot

5. Batuk

6. Diare

7. Ruam pada kulit

8. Perubahan warna pada jari tangan dan kaki.

Sejumlah ahli menganggap mutasi dari varian baru ini sangat berbahaya dan cepat menular. Sementara itu, varian baru Korona B117 itu mulai ditemukan di Indonesia, dan masih dikaji pengaruh persebarannya.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro ikut angkat bicara terkait varian baru Corona B117.

“Sejauh ini B117 berdampak pada penyebaran virus yang lebih cepat dan bisa mengganggu kinerja tes PCR,” ujarnya.