Klub Asia memang jarang sekali difavoritkan untuk meraih juara di ajang Piala Dunia Antarklub. Itu tak terlepas dari kualitas dan komposisi pemain yang mereka miliki, dianggap masih belum bisa bersaing dengan klub Eropa dan Amerika.

Sekedar informasi, Piala Dunia Antarklub ini dihadirkan untuk mempertemukan sejumlah juara Liga Champions di setiap benua. Maka tak heran jika nama ‘Piala Dunia’ disematkan dalam turnamen klub ini.

Klub yang berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub ini adalah pemenang Liga Champions AFC (Asia), Liga Champions CAF (Afrika), Liga Champions CONCACAF (Amerika Utara), Copa Libertadores (Amerika Selatan), Liga Champions OFC (Oceania), Liga Champions Eropa, dan juara liga domestik negara tuan rumah.

Asia sendiri telah diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub sejak tahun 2015 lalu, sampai saat ini.

Akan tetapi, negara Asia sendiri memang sudah pernah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Antarklub pada 2005 sampai 2012. Maka dari itu, setidaknya ada lebih dari satu wakil Asia yang tampil di ajang bergengsi ini.

Meski banyak diberikan kesempatan menjadi tuan rumah turnamen, akan tetapi masih banyak klub asal Asia yang tak bisa melangkah ke babak final Piala Dunia Antarklub. Langkah mereka biasanya terhenti di babak semifinal.

Sejak tahun 2005 silam, klub Asia memang bakal selalu ada klub asal Asia yang tampil di babak empat besar Piala Dunia Antarklub ini. sayangnya, kekuatan klub Eropa dan Amerika masih terlalu tangguh bagi mereka, sehingga wakil Asia tak pernah bisa lolos ke final Piala Dunia Antarklub.

Sekedar informasi tambahan, sejumlah klub Asia yang mampu tampil di semifinal itu adalah Al-Ittihad (2005), Al Ahly (2006, 2012 dan 2020), Urawa Reds Diamonds (2007), Gamba Osaka (2008), Pohang Steelers (2009), serta Seongnam Ilhwa Chunma (2010).

Selanjutnya ada juga Al Sadd (2011) dan Kashiwa Reysol (2011), Guangzhou Evergrande (2013 dan 2015), Auckland City (2014), Sanfrecce Hiroshima (2015), Al-Jazira (2018), Kashima Antlers dan (2019).

Keajaiban klub Asia pun akhirnya terjadi ketika Kashima Antlers secara mengejutkan berhasil menginjakkan kaki mereka di Piala Dunia Antarklub 2016 lalu.

Itu terjadi ketika wakil Jepang tersebut berhasil membantai habis klub asal Kolombia, Atletico Nacional dengan skor 3-0.

Dua musim berselang, giliran klub Uni Emirate Arab, Al-Ain, yang mewakili Asia di partai puncak Piala Dunia Antarklub. Mereka berhasil mendapatkan tiket ke final Piala Dunia Antarklub setelah sukses menyingkirkan River Plate melalui drama adu penalti.

Aksi heroik yang diperlihatkan dua tim asal Asia ini pun perlu diapresiasi. Mengingat, banyak pihak yang memandang sebelah mata kualitas wakil Asia ketika bersaing di kompetisi Piala Dunia Antarklub.

Perjalanan Kashima Antlers di Piala Dunia Antarklub

Kami sebagai penulis Edisi Bonanza88 akan menjelaskan secara singkat tentang sejarah Kashima Antlers. Nama ‘Antlers’ yang ada di klub tersebut ternyata berasal dari Kota Kashima, yang jika diterjemahkan adalah Pulau Rusa. Tak heran, jika ada tanduk rusa yang menghiasi logo klub raksasa Jepang ini.

Rusa sendiri memang dianggap sebagai hewan yang ramah dan dianggap sebagai salah satu pembawa pesan spritiual. Hal itu terbukti ketika banyak kuli di Kota Kashima yang memelihara rusa selama lebih dari 1.300 tahun.

Meski merupakan hewan penyayang, akan tetapi rusa juga sangat berani untuk bertarung. Filosofi ini pun diharapkan bisa melekat di tubuh Kashima Antlers.

Tak heran jika saat ini Kashima Anlters menjelma sebagai salah satu klub raksasa Jepang yang gemar mengantongi gelar juara J1 League. Terhitung, mereka berhasil membawa pulang trofi kasta teratas sepak bola Negeri Sakura tersebut sebanyak delapan kali (1996, 1998, 2000, 2001, 2007, 2008, 2009, dan 2016).

Tak hanya di liga domestik saja, akan tetapi klub yang punya logo tanduk rusa ini juga berhasil menjadi juara Liga Champions Asia pada tahun 2018 lalu. Keberhasilan itu mereka torehakn setelah berhasil mengalahkan wakil Iran Persepolis di partai final dengan agregat 2-0.

Sebelum sukses memenangkan turnamen Liga Champions Asia 2018, Kashima Antlers sempat mengejutkan publik. Itu terjadi ketika mereka berhasil melangkah jauh hingga babak final kompetisi Piala Dunia Antarklub 2016. Pada edisi kali ini, Kashima Antlers mewakili tim tuan rumah, sebagai juara Liga Jepang.

Situasi ini membuat Kashima Antlers harus melalui babak play-off terlebih dahulu untuk bisa berpartisipasi di ajang Piala Dunia Antarklub 2016. Beruntung, mereka sukses menumbangkan wakil Australia yang memenangkan Liga Champions Oseania, yakni Auckland City.

Saat itu, klub asal Jepang ini sukses mengalahkan lawannya dengan skor 2-1, lewat gol yang disarangkan Shuhei Akasaki dan Mu Kanazaki.

Kashima Antlers pun mendapatkan kesempatan tampil di babak perempatfinal untuk berhadapan dengan klub Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns. Bermain di Kota Osaka, Kshima Antlers berhasil menumbangkan juara Liga Championas Afrika tersebut dengan skor meyakinkan 2-0, melalui gol yang disematkan oleh Yasushi Endo dan Mu Kanazaki.

Penampilan mereka semakin menggila ketika melakoni pertandingan babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2016. Bagaimana tidak, Kashima Antlers berhasil menghancurkan jawara Copa Libertadores, Atletico Nacional, dengan skor telak 3-0. Tiga gol itu dihasilkan melalui kreasi Shoma Doi, Yasushi Endo, dan Yuma Suzuki.

Balasan dari Suporter Aduhai J-League Jepang + Pic | KASKUS

Ketika masuk ke partai final, Kashima Antlers harus berhadapan dengan raksasa Eropa, yakni Real Madrid. Hal ini tentunya membuat banyak pihak yang memprediksikan bahwa Kashima Antlers tak akan berdaya di partai puncak. Akan tetapi, mereka mampu membuktikan kualitasnya dengan merepotkan Los Blancos.

Kashima Antlers mampu memaksa Real Madrid untuk melanjutkan pertandingan ke babak tambahan, setelah hanya bermain imbang 2-2 di waktu normal. Dua gol Los Blancos sendiri hadir melalui aksi Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Sedangkan Gaku Shibasaki mampu membobol gawang Los Blancos sebanyak dua kali.

Sayangnya, performa Kashima Antlers tak cukup baik di babak tambahan ini. itu bisa dibuktikan ketika mereka harus kebobolan dua gol tambahan di waktu tersebut. Dua gol pengunci kemenangan ini pun dicetak oleh sang bintang, Cristiano Ronaldo. Alhasil, Kashima Antlers tumbang dari Real Madrid dengan skor 2-4.

Kashima Antlers sendiri sebenarnya bisa saja mendapatkan kesempatan menginjakkan kakinya di partai final Piala Dunia Antarklub untuk kedua kalinya. Berstatus sebagai jawara Liga Champions Asia, Kashima Antlers berhasil mengalahkan wakil Meksiko Guadalajara di babak perempatfinal dengan skor 3-2.

Akan tetapi, langkah mereka lagi-lagi harus terhambat oleh Real Madrid. Keduanya kembali dpertemukan pada babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2018. Kali ini, Los Blancos tak memberikan ampun. Mereka sukses menang dengan skor 3-1, tanpa harus melanjutkan laga ke babak tambahan.

Saat mencoba untuk memperebutkan tempat ketiga di kompetisi Piala Dunia Antarklub 2018, Kashima Antlers juga tak bisa berbicara banyak. Klub raksasa Jepang ini bahkan dibuat tak berdaya saat dibantai habis River Plate dengan skor 0-4.

Keajaiban Al-Ain di Piala Dunia Antarklub

Kejutan, Al Ain Tim Asia Pertama Lolos ke Final Piala Dunia Antar-Klub -  Bola Bisnis.com

Sama seperti Kashima Antlers, Al-Ain juga merupakan klub raksasa di negaranya. Bagaimana tidak, mereka sukses mengoleksi 13 gelar Liga Uni Emrita Arab (1976–77, 1980–81, 1983–84, 1992–93, 1997–98, 1999–00, 2001–02, 2002–03, 2003–04, 2011–12, 2012–13, 2014–15, dan 2017– 18).

Jumlah itu merupakan yang terbanyak di kompetisi kasta teratas sepak bola Uni Emirate Arab. Mereka jauh lebih unggul dari rival terdekatnya, yakni Al-Wasl (7 trofi Liga Uni Emirate Arab). Sekedar informasi tambahan, Al-Ain sendiri berhasil menjadi runner-up sebanyak delapan kali di liga domestik.

Kesamaan Al-Ain dengan Kashima Antlers pun berlanjut ketika bersaing di kompetisi Piala Dunia Antarklub. Mengingat, Al-Ain mendapatkan kesempatan tampil di ajang ini sebagai juara negara tuan rumah. Kesempatan ini pun mereka manfaatkan dengan sangat baik.

Langkah Al-Ain untuk mencapai final Piala Dunia Antarklub 2018 sendiri nyatanya tidak mudah. Itu bisa dilihat ketika mereka harus bersusah payah di putaran pertama melawan wakil Australia, Team Wellington. Saat itu, Al-Ain harus menjalani laga hingga drama adu penalti, setelah hanya bermain imbang 3-3 di waktu normal.

Menariknya, Al-Ain harus tertinggal 0-3 terlebih dahulu oleh Team Wellington. Meski begitu, mental juara mereka mampu diperlihatkan setelah sukses menyamakan kedudukan. Tiga gol mereka dihasilkan melalui kreasi Tsukasa Shiotani, Tongo Doumbia dan Bengt Erik Marcus Berg. Dalam babak adu penalti, Al-Ain pun sukses menang dengan skor 4-3 atas Team Wellington.

Setelah susah payah mendapatkan tiket ke babak selanjutnya, Al-Ain justru tampil lebih percaya diri. Mereka sukses menumbangkan wakil Tunisia, Esperance de Tunis di babak peremptfinal dengan skor telak 3-0. Sekedar informasi, tiga gol itu mampu dikreasikan oleh Juna Mohamed Ahmed Ali Gharib, Hussein Ali El Shahat dan Mohammed Saleh Al-Ahbabi.

Kejutan kembali diperlihatkan oleh Al-Ain ketika mereka berhasil menyingkirkan raksasa Liga Argentina, River Plate di babak semifinal. Saat itu, mereka harus tertinggal lebih dulu dengan skor 1-2. Namun, Caio Lucas Fernandes mampu menyamakan kedudukan, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak itu, Al-Ain sukses menang dengan skor 5-4.

Ketika berhasil menginjakkan kakinya ke partai puncak Piala Dunia Antarklub 2018, nasib Al-Ain pun mirip dengan Kashima Antlers. Mereka harus mengakui kehebatan Real Madrid, yang sukses memenangkan laga dengan skor 4-1.

Satu-satunya gol Al-Ain mampu dilesatkan oleh Shiotani. Sedangkan empat gol Los Blancos dikreasikan oleh Luka Modric, Marcos Llorente, Sergio Ramos dan gol bunuh diri Yahia Nader.

Setelah gagal di partai final Piala Dunia Antarklub 2018, Al-Ain belum bisa lagi mendapatkan kesempatan untuk bermain di turnamen bergengsi tersebut. Bahkan mereka juga belum mampu meraih gelar juara di liga domestik.

Penampilan Terbaik Klub Asia di Piala Dunia Antarklub

Meski tidak ada lagi klub Asia yang berhasil menginjakkan kakinya di partai final Piala Dunia Antarklub, selain Kashima Antlers dan Al-Ain, nyatanya ada beberapa klub Asia lain yang tampil mengesankan di ajang ini. mereka adalah Urawa Red Diamonds (2007), Al-Sadd SC (2011) dan Sanfrecce Hiroshima (2015).

Urawa Red Diamonds

Hasil Piala Dunia Antarklub: WAC Casablanca vs Urawa Reds Skor 2-3 -  Tirto.ID

Urawa Reds Diamonds memulai kompetisi Piala Dunia Antarklub 2007 dengan status juara Liga Champions Asia. Mereka sukses mengalahkan klub Iran, Sepahan di partai final.

Laga ulangan final itu pun terjadi di babak perempatfinal Piala Dunia Antarklub 2007. Urawa Red pun tetap menampilkan dominasinya atas Sepahan dengan kemenangan 3-1.

Tiga gol yang dibuat oleh Yuichiro Nagai, Washinton Stecanela Cerqueira dan gol bunuh diri Hadi Aghily, mampu membuat Urawa Red lolos ke babak semifinal Piala Dunia Antarklub. Lawan berat pun menanti di sana.

Mereka harus berhadapan dengan AC Milan. Sebagai tim underdogs, Urawa Red justru mampu menahan imbang AC Milan di babak pertama, sebelum akhirnya Clarence Seedorf mencetak gol semata wayang.

Kendati gagal melangkah ke partai puncak, Urawa Red ternyata mampu menjadi tim Asia pertama yang sukses mendapatkan perunggu di ajang Piala Dunia Antarklub ini. Itu terjadi ketika mereka sukses mengalahkan wakil Tunisia, Etoile du Sahel lewat drama penalti (skor 4-2).

Catatan fantastis Urawa Red tak berhenti sampai di situ, mereka juga mengirimkan pemainnya sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia Antarklub 2007 silam. Dia adalah striker asing milik Urawa Red, yakni Washington. Penyerang asal Brasil tersebut mampu mengoleksi 3 gol, megalahkan Filippo Inzaghi (2 gol).

Al-Sadd SC

PROFIL Tim Peserta Piala Dunia Antarklub FIFA: Al Sadd | Goal.com

Menyandang status juara Liga Champions Asia 2011, Al-Sadd tampil cukup meyakinkan di ajang Piala Dunia Antarklub. Mereka sukses melajut ke babak semifinal setelah menumbangkan wakil Tunisia, Esperance de Tunis dengan skor 2-1. Dua gol itu disarangkan oleh Khalfan Ibrahim dan Abdulla Obaid Koni.

Sayangnya, di babak semifinal, Al-Sadd tak bisa berbicara banyak. Itu terjadi ketika Barcelona tampil begitu meyakinkan. Klub LaLiga Spanyol tersebut mampu melumat habis wakil Qatar ini dengan skor telak 4-0. Empat gol itu diraih atas kreasi Adriano (brace), Seydou Keita dan Maxwell.

Kendati demikian, Al-Sadd berhasil menjadi tim Asia kedua yang mampu mengantongi perunggu di Piala Dunia Antarklub ini. Mereka sukses menumbangkan Kashiwa Reysol melalui drama adu penalti (skor 5-3), setelah hanya bermain imbang 0-0 di waktu normal.

Sanfrecce Hiroshima

PROFIL Kontestan Piala Dunia Antarklub 2012: Sanfrecce Hiroshima | Goal.com

Ditunjuknya Jepang sebagai tuan rumah kompetisi Piala Dunia Antarklub 2015, nyatanya menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Sanfrecce Hiroshima.

Mengingat, mereka mendapatkan tiket ke ajang bergengsi tersebut setelah berhasil menjadi juara di liga domestik. Ini pun menjadi penampilan kedua mereka di ajang Piala Dunia Antarklub (sebelumnya tahun 2012).

Pada Piala Dunia Antarklub 2015 ini, Sanfrecce Hiroshima berhasil tampil meyakinkan dengan mengalahkan dua lawannya tanpa kebobolan. Itu terjadi ketika mengalahkan Auckland City (2-0) dan wakil Kongo TP Mazembe (3-0). Tsukasa Shiotani pun menjadi satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol di dua pertandingan itu.

Akan tetapi, mereka harus mengahadapi lawan sulit di babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2015. Saat itu, Sanfrecce Hiroshima harus berhadapan dengan jawara Copa Livertadores, River Plate. Mereka pun dipaksa menyerah dengan skor 0-1, setelah Licas Alario mencetak gol semata wayang.

Kendati demikian, performa Sanfrecce Hiroshima tetap mengesankan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia Antarklub.

Menghadapi klub bertabur bintang asal China, Guangzhou Evergrande, wakil Jepang ini mampu memenangkan laga dengan skor 2-1. Dua gol itu dihasilkan melalui catatan brace Dyanfres Douglas Chagas Matos. Mereka pun menjadi tim Asia ketiga yang mendapatkan perunggu di ajang Piala Dunia Antarklub.