Bagi mereka yang gemar akan teori konspirasi dunia pasti tak asing dengan nama Rothschild. Ya, keluarga Rothschild selalu muncul di setiap pembahasan mengenai konspirasi dunia. Siapa keluarga Rothschild? Dan apakah benar keluarga ini yang mengendalikan ekonomi dunia dan dianggap sebagai keluarga paling kaya raya seantero bumi?

Keluarga keturunan Yahudi-Jerman ini diketahui memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun dan terus tumbuh seiring waktu. Kekayaan ini berasal dari perbankan yang dibangun dan kelola di sejumlah generasi keluarga mereka.

Keluarga disebut-sebut sebagai keluarga paling kaya sepanjang sejarah melalui perjuangan  membangun dinasti perbankan lebih dari 230 tahun. Keluarga Rothschild mampu mengendalikan uang di seluruh dunia dan naik-turunya harga emas dunia.

Data yang dihimpun Edisi Bonanza88, hanya ada tiga bank sentral yang tak menerima tambahan modal dari dinasti perbankan Rothschild. Bank sentral tersebut diketahui yang berada di tiga negara yakni Iran, Kuba dan Korea Utara.

Untuk menjaga harta mereka tak lari ke pihak lain, keluarga Rothschild mengatur garis keturunannya sendiri. Di mana, Rothschild dengan tegas akan menikahkan anak cucunya dengan saudaranya sendiri.

The Jewish Encyclopedia memuat sejarah keluarga Rothschild sebagai jutawan semenjak keluarga ini muncul, dan memainkan peran penting dalam sejarah dunia terselubung modern. Pendiri keluarga ini adalah Amschel Moshe Pour, seorang pemilik modal Yahudi kenamaan. Ia pada mulanya hidup berpergian antar-kota besar di Eropa Timur dalam urusan bisnis.

Kemudian ia menetap di Frankfurt Jerman. Nama Rothschild berasal dari bahasa Jerman. Roth artinya red (merah) dalam bahasa Inggris. Schild artinya shield (tameng) dalam bahasa Inggris. Jadi Rothschild artinya ‘tameng merah’, atau dalam bahasa Inggris Red-shield.

Ketika Amschel pertama kali membuka usahanya di jalan Bonden Strous Frankfurt, ia memasang semacam lambang berupa tameng berwarna merah di tokonya, sehingga nama Rothschild sejak itu diambil sebagai nama keluarga berketurunan.

Sepeninggal Amschel, putra bungsunya bernama Mayer Amschel meneruskan usaha ayahnya. Sebelumnya sang ayah telah bercita-cita, agar anaknya ini kelak meneruskan usaha ayahnya dalam dunia bisnis, meskipun sang anak bercitacita menjadi pendeta Yahudi. Mayer rupanya berganti haluan sepeninggal ayahnya.

Ia bekerja pada Bank Oppenheimer, milik seorang Yahudi. Tidak lama kemudian ia banyak memahami seluk-beluk perbankan, sehingga pemilik Bank akhirnya berminat untuk menjadikannya sebagai mitra usahanya.

Setelah beberapa lama, kemudian ia kembali ke Frankfurt untuk meneruskan usaha mendiang ayahnya. Simbol Rothschild makin terkenal, dan nama Mayer pun mulai dikenal sebagai Rothschild I.

Mayer hidup tahun 1743-1812. Kelima anaknya dididik dengan keras untuk menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh, agar suatu saat kelak muncul sebagai konglomerat.

Di antara anaknya yang paling berbakat adalah anak bungsunya Nathan, sehingga keluarga Rothschild mengirimnya ke Inggris sejak masih belia, agar kelak bisa menjadi salah seorang pemeran penting dalam bank Inggris. Sedang tujuannya lebih jauh adalah untuk mendirikan lembaga keuangan raksasa bersama dengan ayah dan keempat saudaranya yang tersebar di seluruh Eropa.

Saat di Inggris, keluarga Rothschild sangat dekat dengan Pangeran William yang diketahui menjadi pewaris tahta Landgrave of Hesse-Kassel. Rothschild menjual barang antik dan koin langka pada Pangeran William yang semakin lama berubah menjadi basis kekayaan Rothschild.

Setelah itu Rothschild menyadari salah satu fakta menarik. Meminjamkan uang ke pemerintah jauh lebih menguntungkan dibanding ke masyarakat umum. Terlebih nantinya dia akan mendapatkan keuntungan jauh lebih besar serta pinjamannya akan dilindungi oleh pajak negara.

Atas pemikiran tersebut, Rothschild lantas menyediakan layanan perbankan kepada Pangeran William yang diketahui menjadi pewaris tahta Landgrave of Hesse-Kassel.

Sejak Nathan berada di Inggris sebagai kader konglomerat Yahudi, kelompok pemilik modal internasional melangkah ke babak baru. Mayer yang pada 1773 berusia 30 tahun mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional. Dalam pertemuan itu Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi Inggris.

Meskipun ada kesalahan yang diamati oleh Mayer, namun tujuan mereka menguasai perekonomian Inggris telah tercapai, dan mereka berhasil pula menarik Inggris ke dalam ketidakstabilan dan kancah peperangan yang berkepanjangan, agar jeratan yang mencekik leher menjadi makin kuat.

Rothschild membeberkan kepada para pemilik modal Yahudi Internasional itu, bahwa keberhasilan mereka atas Inggris bukanlah sesuatu yang besar, dibanding dengan arti Revolusi Perancis yang segera akan berkobar. Para peserta pertemuan merasa puas dengan uraian Rothschild yang realistis itu, sehingga mereka sepakat memperkokoh suatu tujuan dalam merancang Revolusi Perancis dengan rencana matang. Sejak itu mereka sepakat mengumpulkan dana besar-besaran sebagai persiapan untuk membiayai rencana tersebut.

Kuasai Ekonomi Dunia

Who Is The Rothschild Family & How Much Power Do They Have? - YouTube

Dengan modal keuangan besar-besaran, mereka berharap bisa menciptakan situasi perekonomian Eropa yang menggoncangkan. Khususnya di Perancis, pengangguran melonjak dahsyat, dan bencana kelaparan mendekati ambang pintu.

Sementara itu, terompet slogan muluk-muluk ditiupkan dari balik layar oleh kekuatan Konspirasi Yahudi Internasional, sehingga raja Perancis beserta para pejabat dan pihak gereja menjadi sasaran kebencian rakyat yang makin memuncak dari hari ke hari, dengan melontarkan tuduhan keji tanpa landasan rasional terhadap kalangan penguasa. Kehancuran dan kerusuhan pun makin menjadi-jadi.

Pada 1790, Rothschild secara mengejutkan melontarkan ungkapan yang kemudian dibuktikannya. Rothschild mengungkapkan dirinya akan mengendalikan perputaran uang di seluruh dunia. “Hanya saya yang bisa menerbitkan dan mengendalikan uang di suatu negara, dansaya tidak peduli siapa yang menulis hukumnya,” ungkap Mayer Rothschild.

Satu tahun setelahnya, Rothschild berhasil membuktikan semua perkataannya itu. Dia sukses mengendalikan perputaran uang di Amerika Serikat melalui Alexander Hamilton, wakil dari kabinet Washington. Kala itu, Amerika Serikat tengah mendirikan bank sentral bernama First Bank of the United States.

Selama 20 tahun, keluarga Rothschild berhak atas First Bank of the United States sebagaipenanam modal. Sayangnya, di tahun 1811, hak Rothschild atas kepemilikan bank itu telah habis. Sang anak akhirnya meneruskan perjuangan Rothschild dengan mengakuisisi bank itu dan sukses mendirikan Second Bank of the United States.

Berperan di Revolusi Prancis

5 Keys to Acquiring Wealth From One of the Richest Families in History

Salah satu peristiwa bersejarah yang mengubah tatanan hidup masyarakat dunia, utamanya masyaraka Eropa ialah pecahnya revolusi Prancis pada 5 Mei 1789 – 9 November 1799.

Jika merujuk pada sejarahnya, pada masa sebelum terjadinya revolusi Prancis, kebanyakan kaum borjuis di Prancis membuang tenaga, kecakapan dan kekayaan lepas dari aktifitas ekonomi demi hal yang tampaknya terhormat, aman, dan mudah di terima oleh masyarakat.

Namun, pada abad ke-18 setelah mengalami perkembangan lama, kaum borjuis di Prancis menjadi sadar diri. Mereka menjadi sadar akan perbedaan-perbedaan mereka dengan kelas-kelas di lingkungannya, berbeda dalam mentalitas dan tingkah laku serta kepentingan-kepentingan.

Kaum borjuis menjadi dirinya sendiri. Mereka mengenal jarak antara dirinya dengan golongan masyarakat lain. Borjuis menarik jarak dengan bangsawan dan merasa terancam oleh kepentingan bangsawan. Selain karena disebabkan oleh adanya sistem feodal dalam masyarakat Prancis,

Revolusi Prancis juga disebabkan oleh banyak hal yang cakupannya cukup luas, diantaranya, berkembangnya Paham Rasionalisme , Aufklarung , munculnya Paham Romantisme,  pengaruh Revolusi Amerika, pemerintahan yang absolut, adanya Kekosongan Kekuasaan (Vacuum of power). Itu merupakan sebab-sebab umum terjadinya Revolusi Prancis. Sedangkan sebab khususnya ialah soal keuangan negara.

Lantas di mana peran keluarga Rothschild? Menurut sejumlah penelitian, keluarga ini dikabarkan menyusupkan sejumlah tokoh pintar ke sejumlah organisai bawah tanah di Prancis. Mereka mulai menyebarluaskan semangat pembangkangan, paham materialistis dan atheisme. Apakah ada bukti yang menguatkan tentang pertemuan Rothschild dengan orang-orang yang akan melakukan revolusi ini?

Terdapat peristiwa tersambar petir seorang pembawa pesan dalam perjalanannya antara Frankfurt dan Paris. Dari kantungnya tersebut.

Di dalamnya ada pesan yang ada hubungannya dengan masalah Jerman dengan pemimpin The Grand Eastern Lodge di Perancis, yaitu Duke Durlian yang terkenal itu. Pada saat itu Free Masonry yang ada di Perancis telah lama sepenuhnya berada di tangan sesepuh Yahudi, sesuai dengan rencana dalam dokumen itu.

Duke Durlian telah mengubah Free Masonry tersebut sebagai pusat jaringan dan organisasi rahasia untuk mengatur jalannya ledakan revolusi, yaitu setelah tahap permulaan selesai, ketika ia mengadakan hubungan dengan para tokoh Yahudi Jerman lewat tokoh lainnya Comte De Mirabeau. Peristiwa terbunuhnya utusan itu di daerah Datesbon, termasuk wilayah kerajaan Bavaria, menyebabkan dokumen itu jatuh ke pihak pemerintah Bavaria.

Harta kekayaan Duke Durlian telah berubah menjadi pusat latihan aktivis revolusi, yang menyelusup ke berbagai kegiatan sosial budaya, bahkan sampai masuk ke dalam perkumpulan olah raga. Dengan aneka ragam kedok inilah mereka bisa memasukkan kegiatan yang merusak, mulai dari seks, minuman keras dan berbagai macam kemaksiatan lainnya, hingga fenomena seperti ini meluas dan menjamur ke seluruh negeri.

Sejarawan Inggris Scoder dalam bukunya Prince of Blood mengatakan tentang Palais Royal ini, bahwa masalah Palais Royal saja membuat polisi lebih sibuk daripada menangani masalah Paris secara keseluruhan. Rakyat Perancis pada umumnya tidak tahu apa yang berjalan dalam istana Palais Royal, karena mereka mengira itu adalah kediaman resmi Duke Durlian, putra paman raja Prancis.

Seorang sejarawan Inggris Captain A. Romsey melukiskan kondisi ekonomi Perancis kala itu dalam bukunya yang berjudul ‘Sebuah Perang Tanpa Nama’ (A War Without a Name) sebagai berikut,

“Revolusi Perancis merupakan pukulan maut bagi orang yang sedang sakit, karena kuku-kuku hutang yang menancap, disusul dengan dikuasainya media massa dan kegiatan politik oleh para tokoh Yahudi. Tidak luput pula para tokoh lapisan masyarakat bawah juga mereka kuasai.

Panggung massal telah siap menyajikan pertunjukan drama revolusi. Dengan segala cara para perancang Konspirasi menggerakan revolusi, dan dengan cengkeraman kukunya yang kuat mereka membuat raja tidak berdaya.”

Caplok Amerika Serikat

Terjadinya Bencana Ekonomi dan Lilitan Utang, Rothschild Pengendali Uang  Bank Dunia Selama 230 Tahun | KONSPIRASI.NET

Dalam dokumen Senat Amerika halaman 98 butir 33 terdapat laporan yang ditulis oleh Robert L.Owen, mantan kepala komisi bank dan keuangan dalam Kongres Amerika tentang pertemuan antara wakil-wakil perusahaan Rothschild dan Benjamin Franklin.

Disebutkan antara lain, bagaimana para utusan Rothschild minta keterangan tentang sebab yang menurut hematnya bisa membuat perekonomian di koloni Amerika maju.

Menurut pengamatan Robert L. Owen, respon Franklin itu langsung membuat kelompok Rothschild tertarik untuk memanfaatkan kesempatan itu, untuk memetik keuntungan besar.

Itulah yang tampak pada awal mulanya, bahwa mencetak mata uang sendiri bagi koloni Inggris di Amerika merupakan larangan hukum, agar koloni itu tetap menggantungkan sistem keuangannya pada bank Inggris.

Sementara itu, Amschel Mayer Rothschild masih tinggal di Jerman mengurusi perusahaannya. Ia merekrut tentara profesional sewaan di Jerman, dan mengirimnya kepada Pemerintah Inggris dengan imbalan sebesar $ 8 untuk setiap orang.

Pengaruh Rothschild dan kondisi Pemerintah Inggris telah memungkinkan untuk meluluskan tuntutan koloni Amerika mencetak mata uangnya sendiri. Undang-undang itu lahir, dan Pemerintah Inggris di Amerika segera melaksanakan undang-undang itu.

Pemerintah Inggris menyerahkan kembali seluruh aset milik Amerika yang disimpan di bank Inggris, sebagai pengembalian deposito sekaligus dengan bunganya yang segera akan dibayar dengan mata uang baru. Apa akibat dari langkah tersebut?

Para analis sejarah sepakat mengambil kesimpulan, bahwa sebab timbulnya revolusi Amerika untuk menentang Pemerintah Inggris adalah menyangkut masalah ‘Pajak Teh’ yang terkenal itu. Sedang Benjamin Franklin adalah salah satu figur terkemuka dalam revolusi Amerika.

Setelah usai perang revolusi, para pemilik modal internasional tetap berusaha lewat perwakilan mereka, untuk memperjuangkan lahirnya undang-undang tentang hak mencetak mata uang.

Para tokoh kemerdekaan Amerika menyadari bahaya yang mengancam, dan bersikap waspada terhadap persekongkolan para pemilik modal itu. Masalah ini bisa diketahui dari dokumen mengenai suasana pertemuan yang diadakan di kota Philadelphia pada 1787, yang dikenal dengan “Pertemuan para bapak pendiri Amerika Serikat”

Menjelang akhir 1783 Hamilton dan partnernya Robert Morris berhasil mendirikan Bank Amerika yang dimaksud. Morris, seorang analis keuangan dalam Kongres Amerika telah berhasil mengawasi keuangan dan perbelanjaan pemerintah Amerika, sehingga membuat kas negara jatuh dalam keadaan krisis keuangan yang parah pada saat perang kemerdekaan usai.

Masalah ini membuktikan dengan jelas, bahwa taktik yang dipakai oleh kekuatan terselubung adalah dengan memanfaatkan perang dan kaki-tangan. Morris melangkah lebih jauh lagi. Ia mengeluarkan uang kas negara yang masih tersisa sebanyak $ 250 ribu untuk didepositokan dalam Bank Amerika, karena para direktur Bank Amerika merupakan orang-orang wakil Bank Inggris yang konsekuensi logisnya adalah, bahwa kelompok pemilik modal Yahudi yang telah menguasai Bank Inggris berarti juga menguasai Bank Amerika.

Pada 1812 didukung oleh uang dari Rothschild, Inggris menyatakan perang atas Amerika. Rencana Rothschild adalah membawa Amerika ke lembah hutang yang dalam dan memaksa mereka untuk memperbahui kartel First Bank of the United States.

Mayer Amschel Rothschild meninggal. Dalam wasiatnya dia memerintahkan hal berikut: semua posisi penting di bisnis keluarga hanya boleh dipegang oleh anggota keluarga; hanya anak laki-laki dari keluarga yang boleh berpartisipasi dalam bisnis keluarga, ini termasuk seorang anak laki-lakinya yang lahir di luar nikah (penting untuk diketahui bahwa Rothschild juga memiliki 5 anak perempuan, jadi hari ini penyebaran dari dinasti Zionist Rothchild yang tidak memiliki marga Rothschild telah menyebar luas.

Keluarga Rothschild menggunakan kontrol mereka di Bank of England untuk mengganti metode pengiriman emas antara negara ke negara, dan mereka mulai menggunakan kelima jaringan bank mereka yang tersebar di Eropa untuk memulai sistem debit dan kredit kertas, sistem perbankan yang bertahan sampai sekarang.

Di akhir dari abad tersebut, sebuah periode yang dikenal sebagai “Zaman Keluarga Rothschild,” diperkirakan keluarga ini mengontrol setengah dari kekayaan dunia.

Dalam Kongres Vienna yang berlangsung antara September 1814 sampai Juni tahun itu, Rothschild menyampaikan keinginannya untuk membentuk Pemerintahan Dunia, yang akan memberikan mereka kontrol politik mutlak atas kebanyakan dari negara-negara beradab.

Namun, Tsar Alexander I dari Rusia, yang tidak mengizinkan Rothschild untuk mendirikan bank sentral di Rusia, tidak setuju dengan rencana tersebut, sehingga rencana Pemerintahan Dunia Rothschild terhalangi.

Nathan Rothschild kemudian bersumpah bahwa suatu hari dia ataupun keturunan dari dia akan menghancurkan seluruh keluarga Tsar Alexander I dan keturunannya. Malang bagi dunia, 102 tahun kemudian keturunan Rothschild membiayai Bolsheviks dan memenuhi janji ini.