Buku sejatinya adalah gudang ilmu karena buat yang membacanya bakal dan bisa menjadi semakin pintar. Ada banyak pengetahuan dari membaca buku seperti ilmu pengetahuan, filsafat hingga pemikiran-pemikiran lain.

Oleh karena itu, terkadang orang bisa jadi memiliki skill tertentu hanya dengan membaca buku saja. Namun ternyata tak semua buku itu aman karena beberapa justru isinya kontroversial.

Bahkan beberapa atau banyak dari buku kontroversial itu pernah beredar di Indonesia. Namun mungkin ada baiknya jika buku ini tidak dibaca karena ada banyak kontroversi yang terceritakan di buku tersebut.

Suara Gereja Umat Tertindas

Pertama ada buku Surat Gereja Umat Tertindas yang merupakan karangan pendeta Socrates Sofyan Yoman. Namun buku ini mendapat banyak kritikan negatif karena penulis buku ini seorang aktivis kemanusiaan dari Papua Barat.

Banyak yang khawatir buku ini nantinya malah memiliki tujuan memisahkan Papua Barat dari Indonesia dengan kedok agama dan HAM. Karena mendapat kecaman luar biasa, akhirnya buku ini pun dilarang beredar di Indonesia lagi.

Enam Jalan Menuju Tuhan

Berikutnya ada buku Enam Jalan Menuju Tuhan yang sempat menjadi pusat perhatian dari para pemuka agama sekaligus dikecam oleh banyak orang. Buku ini sendiri merupakan karangan dari Darmawan M.M. yang dianggap merusak agama apapun di Indonesia.

Buku ini berisikan bagiamana untuk menemukan Tuhan maka ada 6 tokoh dunia yaitu Sidharta Gautama, Yesus, Dwipayana Wiyasa, Nabi Musa, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. Referensi buku ini menjadi masalah karena dianggap berat sebelah.

Ikrar Perjuangan Islam

Buku Ikrar Perjuangan Islam merupakan buku karangan Dr. Najih Ibrahim yang merupakan buku mengandung ajaran Islam radikal. Maklum saja karena penulis buku merupakan anggota organisasi Jihadis dari Mesir.

Kejaksaan melarang buku ini beredar di pasaran karena bisa memicu aksi bom bunuh diri, teroris, dan aksi radikal lainnya. Namun buku ini kemudian diketahui masih bisa dijual secara sembunyi-sembunyi.

Dalih Pembunuhan Massal

Sejarahwan Asia Tenggara yang berasal dari Kanada yaitu John Roosa, sempat membuat buku berujudl Dalih Pembunuhan Massal. Khususnya pembunuhan massal Gerakan 30 September dan kudeta Suharto.

Intinya buku ini memberikan kesimpulan dan argumentasi mengenai gerakan tersebut. Namun kemudian buku ini dilaran diterbitkan oleh presiden Soeharto karena dianggap bisa memberikan informasi negatif.

Ayat-ayat Setan

Kamu tidak salah baca, selanjutnya adalah buku Ayat-ayat Setan yang merupakan terjemahan dari isi The Satanic Verses yang berasal dari kitab aliran satanisme. Penulis buku ini adalah Salman Rushdie.

Buku ini berisikan kalau Nabi Muhammad itu adalah nabi palsu dan meyakini kalau wahyunya salah dan mengada-ada. Buku ini juga meyakini kalau Nabi Muhammad tidak memilliki bukti wahyu berasal dari Malaikat Jibril.