Polda Metro Jaya menggerebek sebuah hotel milik artis Cynthiara Alona di Tangerang Kota, Banten. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata hotel tersebut menjadi sarang prostitusi anak.

Penggerebekan itu dilakukan pada Selasa (16/3/2021). Saat melakukan penggerebekan, polisi mengungkap 30 kamar di Hotel Alona penuh terisi anak-anak korban eksploitasi seksual. Sebanyak 15 anak di bawah umur pun diamankan.

“Korban ada 15 orang, adalah semua anak di bawah umur yang rata-rata 14, 15, 16 tahun,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka, yakni 2 pria bernama DA dan AA serta artis Cynthiara Alona.

Polisi menjelaskan peran ketiga para tersangka berbeda-beda.Cynthiara Alona sebagai pemilik hotel, DA adalah muncikari prostitusi, dan AA sebagai pengelola hotel.

Berdasarkan pengakuan Alona, lanjut Yusri, lokasi itu dulunya merupakan kos-kosan sebelum menjadi hotel.

“Hotel bintang 2, dulunya pengakuan tersangka tempat kos-kosan diubah jadi hotel,” ucap Yusri.

Hingga saat ini, Yusri mengatakan, penyidik belum menemukan indikasi jaringan prostitusi artis di kasus Alona. Dugaan prostitusi online Alona, menurutnya, murni untuk menutup biaya operasional hotel.

“Sampai saat ini tidak ada hubungannya, pure dia berbisnis harapannya hunian hotelnya penuh terus, motifnya ekonomi. Sehingga bagaimana bisa roda ekonomi hotelnya tetap berjalan, jadi enggak ada kaitannya dengan dunia keartisan,” tutur Yusri.

Dalam kasus prostitusi online ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Termasuk Alona selaku pemilik hotel.

Sedangka dua tersangka lainnya yakni DA selaku muncikari dan AA selaku pengelola hotel.

Ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tengang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Cynthiara Alona lahir di Jakarta, 7 Juli 1985. Ia mengawali kariernya saat ia berusia 17 tahun dengan menjadi model dan bintang iklan sebuah produk bank. Dari situ namanya mulai dikenal sebagai model ini mulai dikenal dalam film Kutunggu Jandamu (2008) dan peran pertama antagonis dimulai lewat peran Lia dalam sinetron Cinta Jangan Buru-Buru (2007) bersama Nia Ramadhani dan Mike Lewis.

Nama Alona makin melambung sejak memerankan tokoh antagonis sebagai Anita di sinetron Titip Rindu (2010).