Harta Karun_Bonanza88

Pemerintah memperluas bidang usaha yang bisa digarap oleh investor asing di Indonesia. Salah satunya, investasi untuk mencari harta karun bawah laut atau benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam.

“Dibuka pengangkatan benda berharga muatan kapal tenggelam, jadi kalau mau cari harta karun di laut bisalah kau turun. Syarat dan izinnya datang ke kita untuk bisa mendapatkan itu,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga telah memberi lampu hijau untuk pihak asing mencari harta karun di bawah laut Indonesia. Harta karun yang dimaksud, yaitu barang peninggalan sejarah di kapal yang karam di bawah laut. Bisa juga berupa barang purbakala hingga barang yang bisa dibangun kembali.

Kendati begitu, pencarian harta karun ini ada syaratnya. Salah satunya, meminta perizinan resmi ke pemerintah Indonesia melalui BKPM.

Kemudian ada syarat-syarat lain yang juga harus dipenuhi.

“Syarat izinnya datang ke kita untuk bisa dapatkan izin. Tapi harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, tidak langsung masuk OSS kemudian izin didapatkan, harus ada syarat-syarat notifikasi,”

Sebelumnya, Jokowi menetapkan harta karun menjadi bidang usaha tertutup lantaran mempertimbangkan aturan di UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam beleid itu tertulis bahwa harta karun masuk sebagai benda cagar budaya yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pada 2017, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti memastikan dari 640 titik kapal karam di perairan Indonesia, sekitar 463 telah teridentifikasi menyimpan harta karun.

“Setelah dihitung, ada 463 titik yang teridentifikasi ada harta karun atau BMKT di bawah laut,” ucapnya

Brahmantya menyebut, beberapa titik harta karun di wilayah perairan Indonesia. KKP pun kerap mendapat laporan dari masyarakat akan keberadaan harta karun bawah laut itu.

“Titiknya di Pulau Selayar (Sulawesi Selatan), Kelarik (Kepulauan Riau), Cirebon, Pulau Anambas (Kepulauan Riau). Kita lihat nanti, karena banyak laporan masyarakat yang tiba-tiba hasil tangkapannya bawa piring, gelas, dan lainnya,” jelasnya.