Investasi jangka pendek, merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati saat ini. Soalnya, di kondisi perekenomian yang masih belum pulih sepenuhnya akibat pandemi virus corona, kita jadi sangat membutuhkan passive income.

Salah satu cara untuk mendapatkan peningkatan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Investasi sejatinya adalah upaya penanaman modal atau uang oleh seseorang maupun perusahaan dengan tujuan untuk memeroleh keuntungan di masa yang akan datang.

Apalagi jika kamu punya rencana di masa depan yang bisa menghabiskan banyak uang seperti menikah, maka investasi bisa menjadi solusi. Nilai dari dana kamu tak berkurang, justru bisa bertambah sehingga menguntungkan.

Namun tentu membingungkan bukan apa perbedaan investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang? Tenang saja, kami hadir ke hadapan kamu untuk menjawab perbedaannya.

Perbedaan Investasi Jangka Pendek dengan Investasi Jangka Panjang

Di dalam dunia investasi, dibedakan menjadi dua yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang biasanya memakan waktu hingga lebih dari 10 tahun.

Sedangkan, kalau investasi jangka pendek hanya membutuhkan waktu 1 hingga 12 bulan saja. Jadi kalau kamu butuh dananya untuk beberapa bulan ke depan saja, lebih baik pilih investasi jangka pendek.

Keuntungan lain dari investasi jangka pendek adalah, kamu bisa lebih cepat mendapatkan uang dan profit. Namun di sisi lain, kamu juga harus pintar-pintar nih dalam memilih bidang investasi yang sekiranya tidak terlalu berisiko.

Apalagi untuk yang pendapatannya sedikit, sangat penting dan perlu kehati-hatian agar kamu tak salah pilih bidang investasi jangka pendek. Untuk itu, berikut berbagai pilihan investasi jangka pendek yang bisa kamu pilih, dicatat ya!

Deposito

Pertama, ada deposito yang sejatinya mirip dengan tabungan biasa. Hanya saja, kamu tidak bisa mengambil saldonya semaumu ya.

Uang hanya bisa diambil begitu jangka waktu depositnya selesai, kira-kira 1 sampai 5 tahun. Keuntungan dari memilih deposito adalah keamanan terjamin dan risikonya rendah, jadi cocok untuk yang investor pemula juga nih.

Peer to Peer Lending (P2P)

Peer to Peer Lending atau P2P sebenarnya sama saja seperti meminjamkan uang ke orang lain. Tapi transaksi P2P harus melalui lembaga keuangan perantara sehingga keamanan lebih terjamin.

Keuntungan yang didapatkan dari P2P lebih besar dari bunga depositio tadi, hanya saja risikonya cukup besar sehingga perlu mengetahui lembaga yang tepat. Untuk itu, kamu perlu melihat lagi lembaga P2P yang sudah terdaftar di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang sangat cocok untuk kamu yang ingin belajar saham, soalnya melakukannya mudah, tinggal serahkan dana ke perusahaan reksadana saja. Perusahaan tersebut yang nanti akan mengolah perputaran investasi uang kamu.

Jadi kamu hanya tinggal perlu menunggu laporan keuangannya saja. Reksa Dana Pasar Uang menjadi investasi jangka pendek yang paling aman, hanya saja keuntungannya tidak sebesar yang lain ya.

Obligasi Negara Ritel

Obligasi Negara Ritel pada dasarnya merupakan surat utang yang dikeluarkan pemerintah dengan jaminan risiko sangat rendah. Meski risikonya rendah, tapi modal minimal untuk investasi di Obligasi Negara Ritel sangat besar.

Batas minimal diperkirakan setidaknya sebesar Rp3 juta dengan tenor 3 tahun. Semakin lama kamu menyimpan Obligasi Negara Ritel, maka keuntungannya pun bisa semakin besar.

Saham

Saham, sebenarnya hampir sama dengan Obligasi Negara Ritel, hanya saja perbedaan terletak pada sisi keuntungan dann sumber keuntungannya. Saham juga bisa dibagi menjadi investasi jangka pendek maupun panjang.

Saham yang digunakan untuk investasi jangka pendek adalah trading, di mana risiko bermain di sini lebih tinggi ketimbang yang lain. Untuk itu, kamu perlu memilih saham secara bijaksana, biasanya yang tergabung dalam indeks lDX30 dan LQ45 sudah terjamin aman.