Kaylani Lei

Bicara soal penyimpangan seks mungkin tidak ada habisnya. Mengingat, pada zaman modern ini, semakin banyak orang yang memiliki kecenderungan aneh saat berhubungan intim.

Sebagian pihak mungkin akan mengatakan orang tersebut sakit jiwa. Akan tetapi, hal ini bisa terjadi oleh siapa saja yang bahkan memiliki mental kuat.

Tak perlu berlama-lama lagi, berikut redaksi Bonanza88 akan mencoba untuk merangkum 5 jenis penyimpangan seksual yang bisa dialami siapa saja.

Paedofilia 

Pelaku memiliki fantasi, ketertarikan, bahkan melibatkan aktivitas seksual dengan anak di bawah usia 13 tahun.

Perilaku tersebut antara lain memaksa anak menonton si pelaku yang sedang masturbasi, memegang kelamin anak, sampai melakukan hubungan seksual dengan si anak.

Banyak kasus paedofilia terjadi pada keluarga sendiri. Si pelaku menjadikan anak atau anggota keluarga lain sebagai korban.

Zoofilia 

Pelaku mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Tak sebatas fisik, pelaku juga menjalin hubungan emosi dengan binatang tersebut. Ini yang membedakannya dengan beastiality.

Sadomasokis 

Pelaku mendapat kepuasan seksual dari rasa sakit. Rasa sakit akibat kekerasan verbal atau non-verbal yang sengaja disebabkan oleh diri sendiri atau disebabkan oleh pasangan.

Aktivitas seksual yang dilakukan sering kali menyerempet bahaya. Misalnya, mencekik hingga tubuh mencapai kondisi kekurangan oksigen dengan tujuan mencapai orgasme.

Tindakan memukul, mengiris, gigitan, diikat, mencekik, bahkan dicambuk, yang berbahaya, justru menjadi kepuasan tersendiri bagi si pelaku.

Ekshibisionisme

Pelaku cenderung ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan dengan perilakunya. Pelaku merasakan kenikmatan seksual bila korbannya terkejut saat ia beraksi.

Misalnya, dengan memperlihatkan alat kelamin atau bahkan masturbasi di tempat umum. Dalam ekshibisionisme, cenderung tak ada kontak fisik, apalagi seksual, antara pelaku dan korban.

Transvetitisme 

Pelaku adalah pria heteroseksual yang mendapat kepuasan seksual dengan berdandan sebagai wanita.

Dandanan tersebut bisa cukup hanya mengenakan pakaian wanita, bisa juga berdandan dengan make-up hingga menata rambut.