Ilustrasi beberapa jenis obat-obatan terlarang.

Sebagian besar pria mungkin bakal memilih untuk mengonsumsi obat kuat untuk melakukan hubungan seks. Maklum, banyak lelaki Indonesia yang masih kurang percaya diri dengan kemampuan seksnya.

Obat kuat pun akhirnya dijadikan sebuah solusi terbaik untuk bisa megatasi masalah lemah syahwat, ejakulasi dini, hingga disfungsi ereksi.

Akan tetapi, tidak semua orang diizinkan untuk menggunakan obat kuat. Berikut redaksi Bonanza88 akan menjelaskan 3 pria yang sebaiknya jangan menggunakan obat kuat.

Pengidap Hipertensi

Dokter bernama Andri Wanananda menjelaskan, ada cara mudah menguji apakah Anda tak boleh mengonsumsi obat kuat karena hipertensi. Coba naik tangga setinggi dua lantai.

Jika Anda tersengal-sengal dan merasakan nyeri di bagian dada, itu berarti lampu merah untuk obat kuat. “Hubungan intim juga meningkatkan tekanan darah,” kata Andri menambahkan.

Jika obat kuat dikonsumsi lalu ditambah aktivitas seksual, itu akan memacu tekanan darah ke puncak. Penderita hipertensi pun bisa menjemput maut.

Usia 40 Tahun ke Atas yang Konsumsi Isosorbide Dinitrate

Umur 40 tahun ke atas merupakan usia rawan untuk disfungsi ereksi. Di sisi lain, usia itu juga berbahaya jika mengonsumsi sildenafil.

Dijelaskan Andri, tidak semua pria berusia di atas 40 tahun bahaya mengonsumsi obat kuat. Itu hanya berlaku bagi mereka yang juga meminum obat jantung, Isosorbide Dinitrate.

“Kalau tensinya bagus, harus di-wash out dulu. Tidak boleh minum obat itu (Isosorbide Dinitrate) selama tiga hari. Baru kasih sildenafil,” ujarnya.

Meminum obat herbal untuk kondisi itu tidak banyak membantu. Sebab, herbal belum berpengaruh banyak terhadap disfungsi ereksi.

Herbal yang punya efek langsung, artinya sudah dibubuhi sildenafil dalam dosis tak tentu. Itu berbahaya bagi penderita jantung, terutama yang berusia di atas 40 tahun dan sedang mengonsumsi obat lain.

Penyintas Serangan Jantung

Andri menjelaskan, sildenafil mulanya digunakan untuk obat jantung. Fungsinya melebarkan pembuluh darah menuju jantung.

“Tapi peneliti melihat (pembuluh darah) yang melebar lebih banyak di penis,” kata Andri. “Ini revolusi di bidang kedokteran, untuk obat disfungsi ereksi yang benar-benar berkhasiat.”

Tetapi di sisi lain, sildenafil menjadi berbahaya bagi penderita jantung. Bahan itu akan menurunkan tekanan darah secara drastis, sehingga mengakibatkan berkurangnya aliran darah menuju jantung, dan memicu serangan jantung.