Di era yang semakin maju ini, makanan menjadi beragam jenis setelah banyak penemuan-penemuan resep baru dari para ahli memasak sehingga kian banyak bermunculan wisatawan kuliner.

Akan tetapi tidak semua makanan enak dapat dimakan. Sebab, ada yang harus dihindari karena alasan kesehatan.

Namun ada juga jenis makanan yang dilarang bukan berdasarkan ilmu kesehatan, melainkan karena larangan pemerintah.

Faktanya, ada beberapa makanan–dengan kriteria tertentu–yang dilarang dikonsumsi di sejumlah negara. Alasannya bermacam-macam, mulai dari lingkungan, kesehatan, dan budaya yang berlaku di negara bersangkutan.

Lantas jenis makanan apa saja yang dilarang di negara tertentu? berikut daftarnya.

1. Salmon Hasil Ternak

Salmon jadi salah satu makanan dengan banyak manfaat untuk kesehatan. Biasanya ikan ini banyak ditemui di negara-negara Asia khususnya di perairan Jepang.

Selain ditemukan secara liar di laut, ada pula masyarakat yang membesarkannya lewat budidaya salmon. Akan tetapi jenis ikan peternakan tersebut menimbulkan sejumlah masalah lingkungan.

Mengutip Eat This, beberapa negara termasuk Selandia Baru dan Australia telah melarang penjualan dan konsumsi salmon yang dibesarkan di peternakan dalam upaya mengurasi polusi.

2. Permen Karet

Singapura dikenal sebagai salah satu negara yang ketat dan disiplin soal kebersihan. Mulai dari laranga merokok di sembarang tempat, meludah seenaknya hingga membuang permen karet begitu saja.

Karena bisa mengganggu orang lain, pemerintah Singapura pun melarang peredaran permen karet pada tahun 1992 silam. Permen jenis ini dilarang untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Siapa pun yang menjual permen karet berisiko hukuman penjara dua tahun atau denda $1.000 atau sekitar Rp10,5 juta.

3. Hati Angsa

Foie gras bisa jadi salah satu makanan mewah dan nikmat di Prancis. Namun, hati angsa ini tak mendapatkan tempat di sejumlah negara lain seperti Italia, Denmark, Finlandia, Norwedia, Polandia, Israel, dan Jerman.

Sejumlah negara tersebut memberlakukan larangan terhadap foie gras dengan alasan kesejahteraan hewan. Pasalnya, untuk mendapatkan foie gras, angsa harus menjalani beragam proses secara paksa untuk memperbesar hatinya hingga 10 kali ukuran normalnya.