Eksperimen sah-sah saja dilakukan untuk memajukan ilmu pengetahuan. Akan tetapi faktor keamanan wajib diutamakan, agar tidak membahayakan orang lain jika terjadi kesalahan.

Seperti yang dirangkum dari Best Pshychology Degrees berikut ini, dimana eksperimen manusia justru malah menimnulkan petaka bagi nyawa orang lain.

1. The Tuskegee Experiment

Pada tahun 1932, US Public Health Service mulai bekerja dengan Tuskegee Institute untuk meneliti sifilis, dengan 399 pria Negro pasien sifilis yang menjadi relawannya.

Namun penelitian tersebut cendrung melenceng. Para pasien tidak yang orang miskin dan buta huruf, justru tidak diobati dan malah diberi plasebo palsu.

Tahun 1972 yang merupakan akhir dari penelitian, hanya 74 orang yang bertahan hidup. Sebanyak 28 pasien meninggal langsung akibat sifilis, 100 meninggal akibat komplikasi terkait sifilis, 40 istri pasien terinfeksi sifilis, dan 19 anak lahir dengan sifilis kongenital.

Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton secara resmi meminta maaf kepada mereka yang terdampak oleh eksperimen tersebut. Eksperimen ini juga sering disebut sebagai eksperimen biomedis paling kejam dalam sejarah AS.

2. The Monster Study

Pada tahun 1999, Wendell Johnson ahli patologi wicara University of Lowa, dan mahasiswa pascasarjana Mary Tudor, melakukan eksperimen gagap terhadap 22 anak yatim piatu yang tidak gagap.

Mereka dibagi menjadi dua kelempok, dengan pembagian satu kelompok diberi terapi wicara positif, dengan memuji karena lancar biacara dan kelompok satunya diberi terapi negatif, dengan mengkritik tajam karena kekurangan mereka dalam berbicara.

Hasilnya, yang positif tak terjadi apa-apa namun yang kelompok terapi negatif, meskipun tidak berubah menjadi gagap, mengalami gangguan psikologis negatif.

Beberapa diantara anak-anak tersebut menderita masalah dalam berbicara seumur hidup. Beberapa tahun kemudian, setelah diantara mereka yang sudah beranjak dewasa menggungat University of Lowa pada tahun 2007.

3. Bahan Radioaktif pada Wanita Hamil

Tal lama setelah Perang Dunia II, banyak penelitian berbasis medis disibukan untuk melakukan pengamatan gagasan radioaktivitas dan perang kimia.

Dalam sebuah percobaan di Vanderbilt University, 829 wanita hamil diberi ‘minuman vitamin’ yang dikatakan akan meningkatkan kesehatan bayi mereka yang belum lahir.

Sedikitnya tujuh bayi kemudian meninggal karena kanker dan leukemia, dan para perempuan malang itu mengalami ruam, memar, anemia, rambut dan gigi rontok, hingga kanker.