Mendengkur atau ngorok saat tidur merupakan kebiasaan yang kita tidak sadari telah mengganggu orang sekitar. Selain suaranya yang berisik, orang ngorok pun bisa ditandakan mengalami masalah kesehatan.

Menurut dokter kesehatan tidur, Andreas Prasadja, ada 95 persen orang yang mengalami ngorok masuk dalam kategori sleep apnea atau henti napas saat tidur.

“Riset di AS, ngorok itu penyebab perceraian nomor 3 setelah masalah ekonomi dan perselingkuhan,”tutur Andreas dikutip dari Detik.com.

“Kita lihat bukan masalah suara yang ganggu, tapi kemudian sleep apnea yang menurunkan libido, disfungsi ereksi,” lanjutnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi mendengkur ketika tidur? berikut tiga tipsnya.

1. Jaga Berat Badan

Orang Asia memiliki prevalensi ngorok lebih tinggi daripada orang dari ras kaukasia. Hal itu karena mereka memiliki rahang sempit, kemudian ditambah faktor keturunan sehingga secara global, prevalensi ngoroknya sekitar 50 persen.

Andreas berkata angka ini jauh dibanding orang kaukasia yang prevalensi mengorok hanya sekitar 14-15 persen. Meski kegemukan jadi persoalan orang kaukasia, dia tetap menyarankan Anda untuk menjaga berat badan.

2. Hindari Merokok

Gaya hidup yang satu ini rasanya hampir sulit untuk dihentikan oleh banyak orang. Padahal kebiasan merokok sangat berbahaya.

Baik dari segi kesehatan karena rokok, maupun mendengkur saat tidur yang bisa mengeluarkan polusi dari bakaran asap rokok.

“Rokok, dari asap yang dihirup kan panas, sehingga membuat saluran napas meradang, bengkak, lalu sempit,” imbuh Andreas.

3. Tidur dengan Posisi Miring

Tidur dengan posisi miring jadi solusi untuk mencegah ngorok. Akan tetapi hal itu mengandung risiko, dimana sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan tulang punggung.

Andreas pun menyarankan jika memang ngorok terjadi terus menerus, dia menyarankan segera periksa ke dokter.

“Ada survei, salah satu tanda [kalau perlu segera cek ke dokter] Anda makin sering disikut atau ditendang pasangan. Mengorok yang tahu pasangan. Kalau pasangan lihat mendengkur, napas berat, enggak normal, itu sudah tanda harus dicek,” katanya.