Moncer di paruh pertama Serie A Italia 2020/2021, AC Milan harus kembali mengalamai periode buruk usai pergantian tahun. Usai tergusur dari puncak klasemen sementara oleh Inter Milan, mereka juga terancam digusur Juventus ke urutan ketiga.

Kita semua takjub dan menyangka bahwa AC Milan sudah bangkit musim ini dengan bertengger di puncak klasemen berbulan-bulan. Bahkan mereka langsung meroket dalam bursa persaingan gelar juara musim ini.

Tapi kenyataan yang terjadi saat ini adalah Rossoneri harus tertinggal sembilan poin dari Inter Milan. Peluang jadi juara pun menipis. Karena jika terus tampil buruk seperti ini, mereka bisa saja terlempar dari empat besar.

Mereka juga baru saja tersingkir dari babak 16 besar Liga Europa dengan menghadapi Manchester United. Motivasi dan semangat yang ada di skuat asuhan Stefano Pioli diperkirakan sedang berada di titik terbawah.

Lantas apa sebenarnya yang membuat AC Milan kian terpuruk di musim ini? Berikut kami sudah rangkum beberapa alasannya.

1. Ibrahimovic-Sentris

Yang pertama adalah mereka terlalu Ibrahimovic-Sentris. Alias terlalu bergantung pada Zlatan Ibrahimovic yang memang mampu mendongkrak performa tim secara keseluruhan.

Bahkan Ibra memang sudah mencetak 16 gol dari 22 penampilannya untuk Milan musim ini. Tapi yang jadi bahaya adalah saat sang striker mengalami cedera cukup lama.

AC Milan kehilangan sosok pencetak gol yang tidak ditemukan dalam diri penyerang mereka yang lain. Alhasil tim kesulitan mencetak gol dan susah memenangkan pertandingan.

2. Badai Cedera

AC Milan juga bisa dibilang tidak dinaungi dewi keberuntungan, dengan badai cedera silih berganti menghampiri mereka. Bahkan tidak sedikit pemain yang harus mangkir dalam waktu yang cukup lama.

Sebut saja Ante Rebic, Mario Mandzukic, Rafael Leao, Alessio Romagnoli, Davide Calabria sampai Daniel Madini semua sedang menjalani pemulihan cedera.

Tidak hanya itu, Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu yang jadi duet meyakinkan juga sempat mengalami cedera. Memang saat ini sudah pulih, tapi belum berada di level terbaiknya.

3. Barisan Pertahanan

Jika kita berbicara barisan pertahanan, AC Milan yang sekarang memang sangat berbeda dengan zaman dulu. Jika dulu ada Maldini dan Nesta, kini tidak ada lagi duet pasti di jantung pertahanan mereka.

Bahkan dalam 10 pertandingan terakhir di semua ajang, AC Milan tercatat selalu kebobolan. Dengan 13 gol bersarang di gawang mereka dari 10 laga terakhir yang dimainkan.

Memburuknya performa tim tentu juga dibebankan pada penampilan para pemain di barisan pertahanan. Tidak adanya duet di jantung pertahanan yang mumpuni, membuat mereka kerap kesulitan mencatat clean sheet.